Partai Golkar Masih Punya Figur yang Cocok ‘Dipasang’ pada Pilwako Pekanbaru

Rabu, 21 Juli 2021 10:10
Partai Golkar Masih Punya Figur yang Cocok ‘Dipasang’ pada Pilwako Pekanbaru

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Meski Partai Golkar mengalami krisis figur untuk Pilgub Riau 2024, namun masih ada sosok – sosok yang dianggap pantas untuk diusung pada Pilwako Pekanbaru mendatang.

“Faktornya ada banyak, tapi salah satunya kalau kita lihat memang tidak ada yang menonjol untuk tampil di Pilgub Riau. Apalagi kalau memang Syamsuar akan maju di periode kedua, paling ya hanya itu,” kata pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Riau Aidil Haris, kepada Bertuahpos.com, Rabu, 21 Juli 2021.

Sementara itu, untuk kontestasi politik pada Pilwako, Partai Golkar masih punya kader yang cukup medadi untuk ditampilkan. Salah satunya Parisman Ihwan atau Ida Yulita Susanti. Itu Pun tetap harus berkoalisi dengan partai lain dengan basis suara yang kuat.

Aidil menyebut, meredupnya figur – figur dari Partai Golkar, setelah mesin politik di tangan Syamsuar tidak mampu digerakkan dengan maksimal. Hal itu terbukti dari Pilkada Riau 2019 lalu, di mana ada banyak calon – calon dari Partai Golkar tenggelam (kalah).

Baca: Terima Gratifikasi, Tiga Pimpinan Cabang Bank Riau Kepri Diadili

BACA JUGA:  Efek 10 Tahun Firdaus, Pengamat Sebut Bakal Ada Banyak Calon Bermunculan di Pilwako Pekanbaru

“Namun di sisi lain, perlu dipertimbangkan juga bahwa Golkar adalah partai besar sekarang, meskipun bukan partai penguasa untuk saat ini,” tuturnya.

Dalam Pilwako Pekanbaru 2024, Aidil meyakini ada banyak calon yang akan tampil. Dinamika politik akan lebih terasa jika dibandingkan dengan Pilkada serentak 9 daerah pada Desember 2019 lalu.

Menurutnya, euforia politik masyarakat akan kembali mencuat setelah 10 tahun merasakan bagaimana hasil kepemimpinan Walikota Pekanbaru Firdaus, dengan segala persoalan dan kebijakannya yang berpolemik.

“Apalagi, pekanbaru kalau kita lihat adalah barometer perpolitikan Riau. Kita lihat nanti lah, siapa – siapa yang akan diusung Partai Golkar, bagaimana mereka menjalin koalisi, dan seperti apa sepakterjang mesin politiknya,” jelas Aidil haris. (bpc2)