• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 27, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kak Seto Sebut Sekolah Daring Masih Berlakukan Kurikulum ‘Robot’ Anak Cenderung Depresi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
24 September 2021
Kurikulum Ramah Anak

Seto Mulyadi atau lebih dikenal dengan sebutan Kak Seto. Dia adalah psikolog anak (@bertuahpos/Melba)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Psikolog anak Seto Mulyadi atau dikenal dengan sebutan Kak Seto mengungkapkan bahwa kurikulum pendidikan dalam belajar daring masih belum ramah anak. 

Dia menilai kurikulum sekolah daring saat ini sama saja dengan kurikulum robot dan cenderung membuat banyak anak – anak depresi. 

“Kami mencatat 33% anak mengalami depresi karena kurikulum sekolah daring dan 2 hingga 3 anak diantaranya bahkan melakukan tindakan bunuh diri,” katanya saat berkunjung ke Pekanbaru, Kamis, 23 September 2021.

Kak Seto menyebut, kurikulum ramah anak seharusnya dikedepankan dalam proses belajar mengajar secara daring di tengah pandemi Covid-19.

Dia mengungkapkan, situasi yang dihadapi saat ini benar – benar berbeda 180 derajat. Jika sebelumnya anak-anak sekolah tidak boleh bermain gadget, saat pandemi justru anak-anak tidak boleh bersekolah dan harus memegang gadget untuk sekolah daring.

Orang tua harus menyadari bahwa gadget adalah sebuah alat sama halnya pisau atau gunting. Jika alat itu dipakai untuk hal positif maka hasilnya juga positif.

Oleh sebab itu, Kak Seto mendorong agar pemerintah dan pihak sekolah sebaiknya menciptakan kurikulum ramah anak dalam proses belajar mengajar secara daring. 

“Kurikulum ramah anak itu lebih mengedepankan etika dan estetika dalam berkehidupan. Tidak memberikan tekanan-tekanan kepada siswa dengan tugas-tugas rumit, serta tidak memberikan target-target lulus atau tidak lulus. Pola seperti itu sebaiknya dikesampingkan terlebih dahulu di tengah situasi seperti ini,” tuturnya. (bpc2)

Tags: Kak Setokurikulum ramah anakpsikolog anakSekolah daringseto mulyadi
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

sekolah daring
Berita

Siswa di Riau Masih Bolehkah Sekolah Tatap Muka? Disdik Beri Sinyal Belajar Daring

...

Read moreDetails
Kak Seto

Kak Seto Soroti Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur Melibatkan Anak Anggota DPRD Kota Pekanbaru

Kak Seto: Mendidik Anak Itu Perlu Orang se-Kampung

Soal Sekolah Tatap Muka, Ketum LPAI: Buat Anak Kok Coba – Coba!

sekolah daring

PPKM Diperpanjang, Guru Didorong Berlakukan Metode Sedernaha untuk Sekolah Daring

belajar mengajar tatap muka

Nadiem Sebut Prioritas Utama Mengembalikan Siswa ke Sekolahnya

Next Post

Seleksi Pejabat Eselon II Pemprov Riau Sudah Dimulai, Ini 7 Pejabat yang Dievaluasi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.