• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, November 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan Sejarah 16 Juni: Perang Belasting Kamang

Romi J. by Romi J.
16 Juni 2021
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Tahun 1908, Kolonial Belanda membebankan berbagai pajak kepada penduduk di Kamang, Agam, Sumatera Barat. Ada beberapa jenis pajak yang dibebankan, seperti pajak tanah dan juga pajak atas hewan.

Masyarakat Kamang tentu merasa keberatan dan menolak membayar pajak ini. Puncaknya, hingga 16 Juni 1908 terjadi perang antara masyararakat dan pemerintah kolonial Belanda. Perang ini dikenal dengan perang Belasting (pajak).

pelopor perang ini adalah Syekh Abdul Manan, yang juga disertai puteranya, H. Ahmad Marzuki.

Untuk memadamkan perang ini, pemerintah Belanda menggunakan pasukan khusus anti gerilya yang bernama Korps Marechaussee te Voet atau lebih dikenal juga dengan pasukan Marsose. Pasukan ini merupakan pasukan yang kenyang pengalaman tempur di perang Aceh. Pasukan ini juga mempunyai peralatan lengkap dan canggih dizamannya.

Hasil perang bisa ditebak. Perlawanan masyarakat harus berakhir ketika Syekh Abdul Manan gugur. Sangg putera, Ahmad Marzuki juga ditangkap Belanda. 100 penduduk lainnya juga menjadi korban, dan yang terluka tak diketahui.

Dipihak Belanda, hanya 12 saja yang tewas, dan 20 lainnya luka-luka.

Perang Kamang memang bisa dihentikann Belanda, namun perang Belasting menyebar ke daerah lainnya seperti Manggopoh, Lintau Buo, dan daerah lainnya. (bpc4)

Tags: BelandaPerang Belastingperang belasting kamangPerang kamang
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Lifestyle

Diadili di Belanda karena Melawan Penjajah, Kini Namanya Diabadikan di Kampusnya

...

Read moreDetails

Delano Diego Heijden, Pemain Feyenoord yang Bakal Dinaturalisasi

Kutang

Asal Usul Nama Kutang di Indonesia

batubara indonesia, batubara eropa

Kehilangan Gas Rusia, Negara di Eropa Mau Tak Mau Lirik Batubara

Catatan Sejarah 17 Januari: Penandatanganan Perjanjian Renville

Catatan Sejarah 8 Januari: Di Pengasingan Belanda, Pangeran Diponegoro Meninggal Dunia

Next Post

PPKM Mikro Tahap X, Zona Merah Tak Ada Sekolah Tatap Muka

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.