• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Titik di Riau Api Tinggal 3

Tim Redaksi by Tim Redaksi
17 Maret 2014
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU - Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan, Sonny Partono, mengatakan kabut asap akibat kebakaran hutan di Riau sudah semakin berkurang. Sebab, sejak akhir pekan, hujan lebat turun di sejumlah wilayah di Riau. 
 
“Hujan lebat membuat asap jauh berkurang. Beberapa pesawat komersil sudah mulai mendarat di Riau,” kata dia dilansir dari Tempo, Senin (17/03/2014).
 
Sonny memperkirakan polusi asap tidak lama lagi akan berhenti. Indikatornya, hingga Ahad, 16 Maret 2014, jumlah titik api di Riau hanya tinggal tiga dari semula sebanyak 162 titik api. Hingga saat ini, Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kabut Asap Riau bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk terus memadamkan api.
 
Namun Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Abetnego Tarigan, menilai respons Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam mengatasi kabut asap Riau terlambat. “Sangat terlambat karena asapnya sudah mengepung Riau dan provinsi-provinsi lain di Sumatera sejak berminggu-minggu lalu,” kata dia dalam jumpa pers di kantornya.
 
Menurut Abetnego, masalah kebakaran lahan dan kabut asap ini terjadi setiap tahun. Tahun-tahun lalu, asapnya mencapai Malaysia dan Singapura. Kini, asap itu mengganggu penerbangan dan kesehatan penduduk Riau, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
 
Pemerintah Provinsi Riau. Kata Abetnego, sudah berkoordinasi, tapi hasilnya tak terlihat. Karena itu, Walhi mendesak pemerintah meninjau ulang izin usaha perkebunan di Riau dan sekitarnya. Sebab, korporasi perkebunan dianggap sebagai salah satu masalah utama yang mengakibatkan kebakaran hutan (tempo)
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%
Berita Pilihan

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

...

Read moreDetails
35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Data Realisasi Investasi Riau hingga September 2026, Cek Selengkapnya

Data Realisasi Investasi Riau hingga September 2026, Cek Selengkapnya

New Honda Genio Perkuat Fitur Fungsional dan Efisiensi Harian

New Honda Genio Perkuat Fitur Fungsional dan Efisiensi Harian

Next Post

Udara Belum Sehat, Sekolah Tetap Libur

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.