• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kisah Kampung 40 yang Terancam Musnah

Tim Redaksi by Tim Redaksi
14 April 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC) , SIAK – Wajahnya yang polos, penuh tawa dan gembira, tak pernah terlihat sedih. Hari-hari yang mereka lalui dengan semangat belajar. Anak-anak ini terus melangkahkan kakinya menuju sekolah demi mencapai cita-citanya. Jarak yang lumayan jauh memang, namun mereka tetap semangat melangkahkan kaki.

Ya.. Inilah kisah anak- anak kampong 40 Siak yang mengejar cita- cita dengan fasilitas seadanya. Adalah Kampong Sidodadi, yang kini kerap disebut kampong 40, berada di kecamatan Buantan Lestari Kabupaten Siak. Kampung yang berdiri sejak tahun 2008 ini, memiliki 40 anak yang menimba Ilmu dengan kondisi sekolah seadanya.

Secara keseluruhan, Kampung ini dihuni oleh 209 KK, dengan rumah papan dan akses jalan menuju perkampungan pun masih sulit dilalui dengan sepeda  motor. DItambah jalan yang berlubang dan debu ketika kemarau serta licin ketika hujan turun membuat perkampungan ini seolah terisolir.

Perkampungan ini memiliki 2 rumah ibadah dan 1 sekolah yakni SD negeri 01 Buantan lestari yang hanya memiliki 3 ruang yaitu kelas 1 sampaii 3 dan masing-masing kelas memiliki 6 kursi. Tenaga pengajar disini hanya tamatan SMA dan SMK sederajat.

Namun hal itu tak lantas menurunkan semangat anak- anak disana untuk belajar. Rindi (7) siswi kelas 2 merasa senang bisa belajar bersama ke enam temannya yang duduk dikelas 2.

”Belajar menggambar, menulis, sama baca disekolah,”ujarnya dengan penuh semangat kepada bertuahpos, rabu (13/4/2016).

Rindi bercerita dengan berjalan kaki bersama teman-temannya, mereka berbondong-bondong menuju sekolah dengan berjalan kaki

.“Berangkat dari rumah jam 7,30. Kami masuknya jam 8 buk. Pulang jam 12,”ujarnya lagi.

Menurut keterangan Rindi, pernah selama 3 bulan proses belajar mengajar di sekolahnya dihentikan. Sontak hal itu membuat Rindi dan temannya yang lain merasa sedih.

”waktu itu kami disuruh libur banyak, sekolah nya cuma 3 kali aja,” ceritanya.

Sebagai informasi, Kampung  40 ini diklaim oleh pemerintah Kabupaten Siak sebagai Kawasan Cagar Biosfer, sehingga Isu yang beredar dan mencuat kampung ini akan segera digusur oleh pemerintah Kabupaten Siak.

Menanggapi hal tersebut mayarakat Kampung 40  merasa terintimidasi oleh pemerintah, jerih payah mereka dikampung itu kini harus berakhir dengan penggusuran.

(Baca juga : APBN dikucurkan dana 1,8 Miliyar untuk pembersihan cagar biosfer siak

Ditahun 2009, kawasan Giam Siak kecil-bukit batu kawasan ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfer.

Jamal selaku tokoh masyarakat kampong 40  tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi ke masyarakat mengenai hal tersebut.

”Cagar biosfer baru ditetapkan tahun 2009, dan kampong ini ada sejak 2008, untuk tapal batas misalnya, atau plang pemberitahuan saja tidak ada,” sebutnya.

Ia juga menjelaskan kawasan cagar ini baru di gembar-gemborkan tahun 2014, sebelumnya mereka tenang, aman dan tentram menjalani kehidupan dan berjuang hidup ditempat itu.

“Jika ini memang kawasan Biosfer, mana buktinya? petanya harus jelas, apakah benar kami ini ada di kawasan Biosfer?,”tanyanya.

Menurutnya keputusan yang dilakukan pemerintah dalam penggusuran kampong 40 ini terkesan mengintimidasi masyarakat, Sosialisasi tidak diberikan, lekang waktu 5 tahun pemerintah kabupaten siak hanya diam.
 
“Sosialisasi tidak ada, seperti kemaren tanggal 9 April surat pertama dilayangkan ke kami, cap tidak ada, tembusan tidak jelas tiba-tiba isinya disuruh datang ke Polsek, namanya juga orang kampong buta hukum, tiba- tiba sampai disana 3 orang masyarakt disuruh tanda tangan, yang namanya orang awam melihat berpangkat-pangkat lebih dari 11 orang  menggigil lutut dia, mau tidak mau akhirnya mereka tanda tangan juga, ada yang dikembalikan ke bungaraya, mempura,dengan upah 300 ribu rupiah perorang,” Jelasnya.

Kemarin (Rabu, 13/4/ 2016) Surat kedua dilayangkan kembali oleh Pemkab Siak. Isi masih sama, namun kali ini tembusan dan cap mulai tertera di surat tersebut. Dengan perkara kasus Tindak Pidana. Jamal kembali menceritakan, selang pemberian surat kedua proses belajar mengajar di sekolah terganggu,”Belajar anak Cuma 3 kali seminggu, anak pun tiba-tiba mengatakan pada ibunya, kampung kita mau digusur ya mak, jadi sekolah kami gimana, kami mau sekolah dimana kalau digusur?. Tentu saja hal itu membuat orang tua sedih,” ceritanya.

Anak usia 7 tahun saja sudah terlihat terpukul mentalnya dalam hal penggusuran,”ungkapnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Melihat kehidupan dan perjuangan semangat mereka untuk hidup, akankah penggusuran ini tetap dilakukan?

Penulis : Ely

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

Presma BEM Unri Diduga Dipukuli Oknum di Pemprov

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.