Anak Jalanan ini Berkreasi Dalam Tari.

Senin, 30 Desember 2013 10:59

BERTUAHPOS.COM, Denpasar: Masa kanak-kanak sudah selayaknya diisi dengan penuh kebahagiaan. Berkumpul bersama teman teman dan merasakan serunya bermain bersama. Namun nasib berbeda dialami oleh sebagian anak yang kurang beruntung karena harus membantu keluarganya mencari nafkah untuk bertahan hidup. Seperti halnya anak-anak di yayasan Lentera Anak Bali. Anak-anak yang rata-rata berusia 5-15 tahun ini sehari-harinya bekerja sebagai pengamen dan kuli panggul di Pasar Badung Denpasar.

Tapi kali ini raut wajah mereka tampak gembira karena mendapat kesempatan untuk menghibur masyarakat Kota Denpasar dalam pembukaan acara Denpasar Festival (28/12). Acara ini merupakan agenda tahunan pemerintah Kota Denpasar yang sudah terlaksana sebanyak 6 kali berturut-turut. Uniknya, kali ini sebanyak 35 anak jalanan diajak berpartisipasi guna memeriahkan acara ini. Mereka tampak sangat bersemangat untuk memberikan persembahan bagi masyarakat Kota Denpasar melalui tari tradisonal Kecak. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme mereka ketika mengikuti latihan setiap hari selama 2 minggu dan datang lebih awal saat persiapan acara.

Seperti halnya Wayan Ratih, mungkin orang lain tidak akan menyangka bahwa gadis bersusia 7 tahun ini sehari-harinya bekerja sebagai pengamen di jalanan karena kini ia tampak cantik dengan pakaian tradisional Bali lengkap dengan riasan wajah dan sanggul. Ratih terlihat ceria ketika bersenda gurau bersama teman-temannya yang lain walaupun ia mengaku malu karena kesulitan mengikuti gerakan tari kecak dan merasa pakaiannya agak kesempitan. “Tapi saya yakin banget bisa menari nanti”. Ungkap ratih sambil merapihkan pakaian yang dikenakannya.

Tari Kecak yang dibawakan oleh 35 anak di Yayasan Lentera Anak Bali Pasar Badung Denpasar ini bercerita tentang kisah perseteruan Subali Sugriwa dengan dukungan dari para Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Daerah Bali yang dibawakan dengan sangat bersemangat. Kisah Subali yang terbunuh oleh Sugriwa saudara kandungnya, Hal ini menginspirasi anak-anak jalanan di Yayasan LAB untuk lebih mempererat ikatan persaudaraan dengan kasih sayang, dan tetap berjuang keras agar bisa sekolah, pintar, untuk meraih masa depan yang lebih baik.(liputan6.com)

Baca: Dana ADD Bisa Jadi Solusi Masalah Kelapa di Inhil