Ada Kemungkinan Pilgubri Dua Putaran

Jumat, 06 September 2013 08:28
BERTUAHPOS, PEKANBARU – Simpang siur siapa pemenang Pilgubri yang pencoblosannya dilakukan dua hari lalu, Rabu (4/9/13) terus berlanjut. Masyarakat bingung tidak memiliki informasi pasti terkait hal yang sangat menentukan masa depan provinsi ini.
 
Redaksi riauterkinicom yang melakukan tabulasi hasil Plgubri dari berbagai sumber tak mendapatkan pasokan data maksimal. Pergerakan angka suara dari daerah sangat lamban. Tetapi hal itu juga dimungkinkan karena suara yang belum terimput tinggal tak seberapa.
 
Berdasarkan data terakhir yang masuk, Kamis (5/9/13) pukul 22.00 WIB, total suara sah yang terhimpun berjumlah 2.301.798. Dari jumlah tersebut, belum ada satupun pasangan yang memenuhi syarat memenangi Pilgubri satu putaran. Tidak ada yang jumlah dukungannya mencapai 30 persen.
 
Pasangan Annas Maamun-Arsyadjuliandi Rachman yang dominan di lima kabupaten dan kota perolehan suaranya 673.530 atau 29,26 persen. Ada kecenderungan prosentase suara untuk jago Partai Golkar tersebut menyusut dibanding awal perhitungan suara.
 
Lima daerah yang dimenangi AMAN adalah Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Siak dan Pelalawan.
 
Disusul Herman Abdullah-Agus Widayat dengan suara 504.616 atau 21.92 persen. Pasangan ini menang di tiga daerah, yakni Pekanbaru, Rokan Hulu dan Kuantan Singingi.
 
Kemudian Achmad-Masrul Kasmy. Pasangan jago Partai Demokrat ini menang di Kabupaten Rokan Hulu dan Kepulauan Meranti dengan total suara 482.480 atau 20,96 persen.
 
M Lukman Edy dan Suryadi Khusaini menang mutlak di Indragiri Hilir berada di posisi keempat dengan 324.328 atau 14,09 persen.
 
Terakhir, pasangan Jon Erizal-Raja Mambang Mit yang menang di Kabupaten Indragiri Hulu mendapat 319.391 atau 13,87 persen suara.
 
Jika diperkirakan tingkat partisipasi pemilih Pilgubri hanya 60 persen, maka jumlah warga yang memilih berkisar 2,4 juta jiwa. Saat ini data suara sah masuk sudah 2.301.798, artinya tinggal tidak banyak lagi suara yang akan melengkapi.
 
Sebagai penegasan, data yang dipaparkan di atas sekedar indikasi. Bukan penentu sah dari hasil Pilgubri. Kepastiannya harus menunggu hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau pada 14 September mendatang.
 
 
sumber:riauterkini