BERTUAHPOS.COM — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan provinsi itu cukup bergantung terhadap kebutuhan bahan baku minyak sawit mentah (CPO) dari Provinsi Riau. Oleh sebab itu, kedua daerah ini memperkuat ekonomi daerah dengan menjalin kerja sama dagang strategis.
“Kami butuh palm oil dengan jumlah yang cukup tinggi,” katanya kepada Bertuahpos, saat berada di Pekanbaru, Rabu, 8 Juli 2026.
Sepanjang tahun 2025, kata Khofifah, Jawa Timur setidaknya membeli CPO dari Riau dengan nilai transaksi mencapai Rp9 triliun.
Menurutnya, Jatim dan Riau bisa menjadi mitra bisnis yang saling menguntungkan bagi perputaran dan pertumbuhan ekonomi daerah masing-masing.
Sebagai daerah sentra pangan dan pusat perindustrian, Jatim dapat memenuhi kebutuhan pangan Riau seperti beras, pupuk, bawang merah, olahan daging, susu, sarden kaleng, rokok, teh, hingga bibit sapi ke Riau.
Sebaliknya, Riau akan menjadi pemasok untuk Jatim berupa udang vaname, arang, kelapa sawit, dan produk turunan sawit.
Kedua belah pihak sudah menandatangani kesepakatan dagang dengan nilai transaksi mencapai Rp775 miliar. “Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi simbiosis mutualisme bagi kedua daerah ini,” kata Khofifah.
Dalam rangkaian misi dagang tersebut, kedua provinsi menandatangani 11 perjanjian kerja sama.
Cakupannya meliputi sektor perdagangan, peternakan, pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, UMKM, investasi, hingga organisasi pengusaha perempuan.









