Harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali menguat pada Rabu, 13 Agustus 2025. Kenaikan ini dipicu oleh sentimen ekspor positif, penguatan harga minyak nabati global, dan lonjakan harga minyak kedelai di pasar internasional.
BERTUAHPOS – Kepala Penelitian Komoditas Sunvin Group, Anilkumar Bagani, menjelaskan bahwa kebijakan Tiongkok memberlakukan bea masuk anti-dumping 75,8% terhadap impor kanola dari Kanada mulai 14 Agustus, memicu reli harga minyak rapeseed di Bursa Komoditas Zhengzhou (ZCE) dan kenaikan harga minyak kedelai serta CPO di Bursa Komoditas Dalian (DCE).
Prediksi harga CPO juga didorong permintaan tinggi dari India dan Tiongkok. Data Asosiasi Pengilang Minyak Sawit Semenanjung Selatan (SPPOMA) mencatat, ekspor minyak sawit Malaysia 1–10 Agustus naik lebih dari 20%, sementara produksi menurun.
Statistik Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) dan laporan Perkiraan Penawaran dan Permintaan Pertanian Dunia (WASDE) yang optimistis ikut memperkuat proyeksi harga.
WASDE memperkirakan produksi minyak sawit Malaysia 2025/26 mencapai 19,5 juta ton, dengan ekspor 16,1 juta ton.
Meski demikian, penguatan ringgit terhadap dolar AS membatasi sebagian keuntungan kontrak CPO. Pedagang David Ng menilai harga CPO lokal juga mengikuti kenaikan harga minyak kedelai setelah laporan bahwa Donald Trump mendorong Tiongkok untuk menggandakan pembelian kedelai dari AS.
Secara teknikal, level support berada di RM4.350 per ton dan resistance di RM4.480 per ton. Pada penutupan perdagangan:
- Kontrak Agustus 2025: RM4.367 per ton
- Kontrak September 2025: RM4.387 per ton
- Kontrak Oktober 2025: RM4.435 per ton
- Kontrak November 2025: RM4.470 per ton
- Kontrak Desember 2025: RM4.489 per ton
- Kontrak Januari 2026: RM4.486 per ton
Volume perdagangan turun menjadi 97.321 lot dari 120.621 lot sehari sebelumnya, namun stok kontrak naik menjadi 236.360. Harga fisik CPO untuk Agustus Selatan naik RM10 menjadi RM4.390 per ton.
Dengan tren ini, prediksi harga CPO dalam jangka pendek masih berpotensi menguat, terutama jika permintaan ekspor tetap tinggi dan harga minyak nabati global terus naik.***
— Bernama









