• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 5, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan 7 September: Pramoedya Tuding Buya Hamka Plagiat

Romi J. by Romi J.
7 September 2021
124
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Buya Hamka dan sastrawan Pramoedya Ananta Toer pernah berselisih paham. Penyebabnya, Pramoedya menuding Buya Hamka plagiat.

Melalui majalah harian Bintang Timur pada 7 September 1962, di lembar kebudayaan Lentera, Pramoedya memuat tulisan bahwa karya Buya Hamka yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk merupakan sebuah karya plagiat.

Pramoedya juga pernah membuat tulisan yang berisikan bahwa Buya Hamka harus meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena sudah membuat karya yang plagiat.

Dalam tuduhannya, Pramoedya memuat tulisan bahwa roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Buya Hamka merupakan plagiat dari novel Sous Les Tilleuls karya pujangga Prancis, Alphonse Karr.

Akibat tulisan ini, Buya Hamka dan Pramoedya Ananta Toer sempat perang tulisan. Pramoedya di Bintang Timur, dan Buya Hamka melakukan pembelaannya di majalah Gema Islam.

Namun, ternyata ketegangan dua sastrawan ternama ini terbatas dalam karya tulis saja. Buktinya, ketika puteri sulungnya, Astuti ingin menikah, Pramoedya menyuruh Astuti untuk belajar agama kepada Buya Hamka.

Astuti menurut. Dia membawa calon suaminya, Daniel Setiawan, yang sebelumnya berbeda keyakinan, untuk belajar agama Islam.

Rupanya, meski pernah menyerang Buya Hamka dalam karya sastra, Pramoedya tetap menghormati Buya Hamka. Bahkan, Pramoedya mempercayakan anaknya untuk belajar agama Islam kepada Buya Hamka.

Buya Hamka ternyata juga tidak memiliki dendam pribadi kepada Pramoedya. Dengan perasaan haru, Buya Hamka mengangguk, tanda beliau bersedia mengajar Islam kepada Astuti dan calon suaminya. (bpc4)

Sumber: Buya Hamka, Sebuah Novel Biografi. Karangan Haidar Musyafa, diterbitkan Imania tahun 2018

Tags: HamkaPlagiatPramoedya
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita

Pernah Berseteru, Pramoedya Ananta Toer Malah Menyuruh Anaknya Belajar Agama Kepada Buya Hamka

...

Read moreDetails

Catatan Sejarah 24 Juli: Buya Hamka Meninggal Dunia

Shaikh Ahmad Khatib Minangkabawi, Guru Ahmad Dahlan, Hamka, dan Hasyim Asy’ari

Pramoedya, Tokoh Sastra Indonesia, Pernah Berselisih dengan Buya Hamka

Difitnah Keji Melakukan Makar, Buya Hamka Dijebloskan ke Penjara

Saat Hamka Menjadi Murid Tjokroaminoto

Next Post

Lahan di Zona Merah, Masyarakat Tak Bisa Dapat Bantuan Pemerintah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.