BERTUAHPOS — Harga kelapa saat ini masih bagus. Pemerintah belum ada rencana untuk moratorium atau menyetop ekspor kelapa. Menjelang dan saat Ramadan hingga Idul Fitri, kondisi seperti ini tentu sangat menguntungkan petani.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengatakan harga kelapa yang bagus memang sudah terjadi sejak Ramadan dan Idul Fitri tahun lalu. “Kelapa bagus harganya, kan. Bukan hanya sekarang. Lebaran tahun lalu juga bagus,” katanya di Jakarta Selatan.
Kondisi seperti ini akan menguntungkan petani. Apalagi menjelang masuk bulan Ramadan. Lagi pula, dominasi kebun kelapa, milik masyarakat, bukan industri.
Sudaryono mengatakan, biarkan lah masyarakat menikmati hasil panen dari kebun kelapa mereka dengan harga yang bagus. Ini lah salah satu alasan, belum ada rencana pemerintah untuk menyetop ekspor kelapa. “Sementara belum ada,” katanya.
Moratorium atau menghentikan ekspor kelapa bulat memang sempat diusulkan oleh Kementerian Perindustrian. Alasan moratorium itu karena harganya melambung. Rencana itu awalnya dibutuhkan untuk stabilitas pasokan kelapa domestik, termasuk untuk merumuskan kebijakan tata kelola yang lebih baik.
Tingginya aktivitas ekspor kelapa membuat ketersediaan bahan baku untuk kebutuhan industri dalam negeri jadi menipis, sehingga berdampak terhadap kegiatan industri, bahkan hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Kendati moratorium ekspor kelapa tidak jadi, pemerintah lewat Kementerian Perdagangan berencana akan memberlakukan pungutan bea ekspor kelapa. Rencana itu sudah disusun, tapi sejauh ini belum diterapkan.***









