• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Wah, Ratu Perancis Ini Kemaluannya ‘Digembok’

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 Februari 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Celana dalam besi ini untuk melindungi wanita dari perkosaan. Dulu alat ini dipakai suami agar istrinya tidak selingkuh. Tapi, lama-lama alat ini justru diakali para istri untuk bisa menyeleweng. Itulah Pita Venus.

Alat ini terbuat dari logam. Ketat menempel di alat kelamin perempuan. Alat itu tanpa menyisakan celah. Hingga jangan lagi benda lain bisa masuk. Untuk kencing saja pemakainya kesulitan.

Maka kalau lagi kebelet pipis, perempuan itu harus merengek-rengek  ke suaminya. Dia minta agar suaminya membuka gembok celana dalam yang disebut badong itu. Sebab saking ketatnya celana dalam ini, jari tangan pun tidak bisa masuk.

Alat yang ‘menyiksa’ perempuan itu lama diberlakukan. Hingga tampillah Ole Worm (1588-1654), dokter, sejarawan dan penemu yang menyoal celana dalam ini. Itu pun dia tahu secara kebetulan.

Waktu itu dia berada di Pulau Falster. Suatu ketika, pasangan dokter ini mengundang tamu-tamu yang berasal dari masyarakat biasa.

Ketika ada wanita yang mabuk, dia menanggalkan pakaiannya, telanjang. Tamu yang lain terkejut melihat wanita itu memakai celana dalam yang tidak umum. Akhirnya yang hadir pun mengadukan kasus ini ke pengadilan. Dan suami si wanita itu dikucilkan.

Kasus ini ternyata tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat biasa. Para wanita dari kalangan atas juga tidak bebas dari celana dalam kejam ini. Charlotte Aglae, putri Herzog von Orleans, yang terkenal sebagai wanita tercantik di zamannya.

Dia datang ke Italia untuk menikah dengan Herzog von Modena. Dan dia harus tunduk pada peraturan setempat. Dia juga wajib mengenakan pelindung vagina yang seram itu.

Contoh paling jelas betapa kejamnya pria-pria di zaman Renaisans dan Barock yang memaksa istri-istri mereka memakai pelindung mengerikan itu adalah celana dalam milik Katharina von Medici (1519 – 1589). Badong pengaman milik wanita yang dikenal sebagai Ratu Prancis ini, terbuat dari ujung gading gajah, dikaitkan pada lingkar gelang besi dengan sebuah gesper.

Untuk memperketat dan memperlonggar digunakan semacam penahan bergigi. Lingkar besi itu dibungkus dengan bahan sutera, agar tidak menimbulkan lecet. Lengkung ujung gading itu mengikuti kontur anatomis dan posisinya menutupi bagian kemaluan.

Bagian ujung depan yang bercelah dan bergerigi dari alat ‘penyiksa’ itu kini masih bisa disaksikan di Museum de Cluny di Paris.
Makna dan tujuan peralatan ini simpel, yakni hanya suami yang boleh menyentuh istrinya, karena istri dianggap sebagai ‘benda’ milik pribadi suami. Itulah sebabnya wanita yang dinikahi sah saja ‘disimpan’ dalam pelindung yang terbuat dari besi.

Fantasi para suami ala Renaisans tidak hanya sebatas masalah hak milik, melainkan juga untuk menjaga penampilan. Wanita dianggap sebagai makhluk sembrono dan tidak baik, sehingga pria harus berjaga diri. Sebab bagi lelaki kala itu, istri adalah harta yang harus dilindungi. jss

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Universitas Riau Perkuat Daya Saing Lulusan melalui LSP P1, Siapkan 6 Skema Sertifikasi Profesi
Regional

Universitas Riau Perkuat Daya Saing Lulusan melalui LSP P1, Siapkan 6 Skema Sertifikasi Profesi

...

Read moreDetails
Inflasi Riau Oktober 2026 Naik, Andil Tertinggi Justru dari Kelompok Transportasi

Inflasi Riau Oktober 2026 Naik, Andil Tertinggi Justru dari Kelompok Transportasi

Daratan Membulat, Lautan Justru Bikin Bentuk Bumi Semakin Pipih

Daratan Membulat, Lautan Justru Bikin Bentuk Bumi Semakin Pipih

Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tingkat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Tahun 2026 digelar dengan penuh kehangatan di Halaman Kantor Bupati. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan Peringatan Hari Santri Nasional, Upacara besar ini berlangsung di Halaman Kantor Bupati Inhu dihadiri oleh Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto, S.Sos, M.Si, para kyai, ulama, pimpinan pondok pesantren se‑Kabupaten Inhu, para orang tua, serta kurang lebih seribu santriwan dan santriwati dari berbagai pondok pesantren di wilayah Inhu, Rabu (28/10/2026).

Pemkab Inhu Meriahkan Hari Sumpah Pemuda 2026 dengan Berbagai Kegiatan Positif

Perbedaan BPNT dan BLT Kesra, Besaran dan Cara Mengeceknya

Perbedaan BPNT dan BLT Kesra, Besaran dan Cara Mengeceknya

5 Wisata Kuliner Malam di Pekanbaru, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Tahun 1978

5 Wisata Kuliner Malam di Pekanbaru, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Tahun 1978

Next Post

Sore Ini PSPS Kembali Uji Tanding

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.