• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Panen Buah di Lahan UIR, Gubri: Pepayanya Manis

Tim Redaksi by Tim Redaksi
10 Januari 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman ikut dalam seremoni panen buah pepaya di lahan seluas 54 hektar milik Universitas Islam Riau. “Pepayanya manis,” ujar Andi Rachman saat mencicip sepotong pepaya matang, Selasa (10/01/2017).

Kehadiran Andi Rachman di kawasan perkebunan ini didampingi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau. Pepaya yang dipenen Andi Rachman adalah jenis pepaya merah delima/madu. Bibit asal Balibu Solok.

Pengelola Keuangan Perkebunan dari UIR, Budi Satria menjelaskan, hasil panen buah pepaya dan buah-buahan lainnya di perkebunan ini dipasarkan sampai ke Batam Kepri, selain cukup untuk memenuhi kebutuhan buah lokal.

Ada sebanyak 1.260 pohon pepaya yang sudah ditanam di lahan ini. Dari 54 hektar 70%-nya sudaj dimanfaatkan untuk kawasan pertanian. Rata-rata berat buah pepaya matang siap panen yakni 1 kilogram.

“Keunggulan pepaya kita, ukurannya sama dan kulitnya lebih tebal. Daya tahannya sampai dua minggu. Pepaya hasil panen dari kebun kita rasanya sangat manis,” ujarnya.

Andi Rachman yang ketika itu melakukan dialog dengan pihak pengelola perkebunan ingin kedepannya sistem pengelolaan semua jenis komuditi ini dengan cara organik. Langkah ini dianggap lebih mampu mendongkrak harga jual hasil panen di pasaran.

“Besok pakai organik, ya. Jangan lagi menggunakan zat kimia. Kalau pengelolaannya dengan sistem organik itu bisa mendongkrak harga jual,” tambahnya.

Penulis: Melba Ferry Fadly

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia
Travelling

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

...

Read moreDetails
5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Jumlah Investor Pasar Modal Riau Justru Melonjak di saat IHSG Anjlok, Apa yang Terjadi?

Jumlah Investor Pasar Modal Riau Justru Melonjak di saat IHSG Anjlok, Apa yang Terjadi?

Next Post

UKMI Ar-Royan Ingin Menciptakan Mahasiswa Agamis

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.