• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Redenominasi harus Tunggu Pemilu dan Rupiah Menguat

Tim Redaksi by Tim Redaksi
5 Februari 2014
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, JAKARTA – Rencana pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk melakukan penyederhanaan nol atau redenominasi dalam rupiah harus menunggu selesainya pemilu, dan menunggu rupiah menguat terhadap dolar AS.
 
Ekonom Senior dari Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan mengatakan, ada beberapa faktor yang menunjukkan redenominasi harus dilakukan setelah Pemilu. Faktor pertama adalah untuk mencegah kebijakan ini dipolitisasi pihak-pihak tertentu.
 
“Redenominasi menunggu setelah pemerintah baru terbentuk. Kalau direalisasikan sebelum itu, dikhawatirkan bisa dipolitisasi,” kata Fauzi di acara Diskusi Strengthening Indonesia’s Financial System di Garden Terrace Four Seasons Hotel, Jakarta, awal pekan ini.
 
Faktor kedua adalah terkait dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Menurut Fauzi, redenominasi tidak dapat dilakukan bila rupiah masih melemah terhadap dolar AS. Penguatan nilai tukar rupiah bisa jadi sebagai syarat untuk merealisasikan redenominasi rupiah. Saat ini dolar masih di kisaran Rp 12.000.
 
“Redenominasi itu idealnya dlakukan saat rupiah menguat. Kalau dilakukan saat rupiah melemah bisa diperkirakan akan memicu kepanikan,” katanya.
 
Meski demikian, Fauzi mengatakan, sosialisasi untuk kebijakan redenominasi bisa dilakukan sejak dini. Saat ini menurutnya sosialisasi redenominasi sudah dapat dilakukan, agar saat direalisasikan masyarakat tidak kaget.
 
“Sosialisasi bisa dilakukan sekarang. Bahwa redenominasi itu bukan pengguntingan nilai uang. Tapi hanya simplifikasi saja. Jadi misalkan US$ 1 sama dengan Rp 12.000, jadi dengan redenominasi jadi Rp 12,”  katanya.(dtc)
 
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya
Lifestyle

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

...

Read moreDetails
3 Rekomendasi Tablet untuk Menggambar bagi Seniman Digital

3 Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Menggambar bagi Seniman Digital

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

Next Post

IHSG Anjlok, Rupiah Justru Menguat

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.