BERTUAHPOS.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakin kalau pertumbuhan investor di sektor ritel bakal menjadi fondasi yang kuat di pasar saham Indonesia.
Jumlah investor pasar modal saat ini sudah tembus di angka 33 juta orang atau naik hingga 250 ribu di awal masa karirnya.
Bahkan, Kepala OJK, Friderica Widyasari Dewi menyebut jumlah itu mungkin yang tertinggi di Asia Tenggara. “Angka itu dihitung berdasarkan Single Investor Identification (SID),” katanya. Bahkan, satu orang yang punya lima akun tetap dihitung satu.
Perkembangan teknologi merupakan salah satu pendorong utama dan berkontribusi besar terhadap tumbuhnya investor di pasar modal. Investor ritel pun telah berkontribusi hingga 55% porsi transaksi di ekosistem ini.
“Akibat pandemi dan aktivitas lebih banyak di rumah, semua orang jadi buka akun,” jelasnya.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Kepala Perwakilan BEI Riau, Emon Sulaeman. Dia melihat hampir seluruh industri jasa keuangan saat ini menghadirkan berbagai fasilitas yang memudahkan.
“Jadi siapa saja jadi lebih mudah untuk berinvestasi,” jelasnya saat media gathering di Pekanbaru, 27 Oktober 2026.
Menurutnya, industri jasa keuangan harus menangkap peluang itu sebagai sebuah keharusan sebab potensi dan peluangnya sangat besar.
“Jika tidak, peluang itu justru ditangkap oleh pesaingnya,” jelas Emon.
Dengan pertumbuhan jumlah investor ritel domestik, memungkinkan sektor itu menjadi tameng yang kuat di industri pasar modal Indonesia.*









