BERTUAHPOS.COM — Aksi jual investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp1,4 triliun pada Kamis, 22 Oktober 2026, sehari setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan tidak takut terhadap tekanan penyedia indeks global MSCI Inc.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi tiga saham dengan nilai jual bersih asing terbesar di pasar reguler.
Berdasarkan data BEI, transaksi tersebut menambah akumulasi net sell investor asing sepanjang tahun berjalan menjadi Rp93,5 triliun di seluruh pasar.
Pergerakan ini terjadi setelah investor asing sempat mencatatkan pembelian bersih Rp12,49 miliar pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Nilai jual bersih terbesar di pasar reguler tercatat pada saham BBCA, mencapai Rp621,4 miliar. Angka itu jauh melampaui nilai jual bersih pada saham TLKM sebesar Rp332,2 miliar dan BBRI sebesar Rp257,9 miliar.
Ketiga saham tersebut berasal dari sektor perbankan dan telekomunikasi.
Data transaksi yang tersedia menunjukkan besarnya pelepasan saham oleh investor asing pada ketiga emiten itu, tetapi tidak menjelaskan secara langsung alasan setiap investor melakukan penjualan.
Di tengah aksi jual tersebut, investor asing masih membukukan pembelian bersih pada sejumlah saham. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan net buy terbesar sebesar Rp152,3 miliar, disusul PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) dengan pembelian bersih Rp52,4 miliar.
Perubahan transaksi asing ini berlangsung dalam rentang 2 hari yang juga diwarnai pernyataan Prabowo mengenai MSCI.
Pada Rabu, 21 Oktober 2026, Presiden menyampaikan sikapnya dalam pembukaan sidang paripurna Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak gentar menghadapi tekanan dari MSCI Inc., perusahaan penyedia indeks saham global.
Dia mengatakan Indonesia memiliki keberanian dan ketahanan modal sosial untuk berdiri di atas kaki sendiri. “Saya tidak takut dengan MSCI,” tegas Prabowo.
Pernyataan itu menjadi konteks politik dan pasar yang mendahului aksi jual bersih investor asing pada hari berikutnya.
Meski demikian, data yang tersedia belum membuktikan bahwa pernyataan Presiden menjadi penyebab langsung penjualan saham senilai Rp1,4 triliun tersebut.
Pergerakan transaksi asing juga memperlihatkan bahwa aktivitas investor tidak seragam pada semua saham.
Ketika BBCA, TLKM, dan BBRI mengalami jual bersih, BMRI dan DMAS justru mencatatkan pembelian bersih dari investor asing.
Dari sisi akumulasi tahunan, posisi net sell asing yang mencapai Rp93,5 triliun menunjukkan bahwa nilai penjualan bersih investor asing di seluruh pasar BEI masih jauh lebih besar daripada pembelian bersih sepanjang tahun berjalan.
Angka tersebut mencakup akumulasi transaksi hingga data perdagangan yang dilaporkan pada Kamis, 22 Oktober 2026.*









