BERTUAHPOS.COM — Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Riau, Emon Sulaeman, mengatakan jumlah investor pasar modal Riau hingga Agustus 2026 sebanyak 711.432, dengan nilai transaksi mencapai Rp47,8 triliun.
“Kelompok usia 18–25 tahun menjadi segmen investor terbesar. Sedangkan untuk pertumbuhan transaksi tahun ini juga berpeluang tembus 100% hingga akhir tahun,” katanya di Pekanbaru, Selasa, 27 Oktober 2026.
Emon merinci, kelompok 18–25 tahun berjumlah 72.448 investor atau 36,75%. Kelompok 26–30 tahun menyusul dengan 49.971 investor atau 25,35%. Sedangkan investor berusia 31–40 tahun mencapai 45.998 orang atau 23,34% dan untuk kelompok usia 40 tahun ke atas berjumlah 28.690 orang atau 14,15%.
Dominasi kelompok usia muda menunjukkan besarnya potensi generasi digital dalam perkembangan pasar modal. Akses informasi melalui internet dan penggunaan telepon pintar membuat anak muda semakin dekat dengan berbagai informasi investasi, tetapi kemudahan tersebut juga perlu diimbangi dengan kemampuan memilah informasi yang tepat.
Menurut Emon, meningkatnya jumlah investor di Riau tahun 2026 tidak terlepas dari edukasi dan literasi pasar modal yang terus diperluas, termasuk kepada kalangan muda.
Penguatan edukasi dinilai penting agar masyarakat tidak sekadar membuka rekening atau membeli saham karena mengikuti tren, tetapi memahami risiko dan alasan di balik pilihan investasinya.
Selain menumbuhkan inklusi atau jumlah investor, BEI juga ingin menciptakan investor yang berkualitas.
“Oleh sebab itu, keputusan investasi harus dibekali informasi yang cukup, sehingga investor tidak hanya ikut-ikutan,” ujarnya.
Untuk menjangkau calon investor sejak awal, BEI Riau memperluas edukasi melalui galeri investasi di perguruan tinggi dan galeri investasi edukasi di sekolah menengah. Program tersebut diharapkan memberi pemahaman pasar modal sejak dini, sebelum peserta benar-benar terjun sebagai investor.
Emon juga mengingatkan bahwa keputusan investasi tidak seharusnya hanya didasarkan pada rekomendasi di media sosial. Kehadiran influencer dapat membantu menyebarkan informasi, tetapi masyarakat tetap perlu memeriksa kompetensi sumber, memahami risiko, dan mencari referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dia menilai kualitas investor semakin penting di tengah pergerakan harga saham yang dapat berubah sewaktu-waktu. “Investor yang memiliki bekal pengetahuan diharapkan mampu mempertimbangkan risiko dan tidak mudah mengambil keputusan hanya karena perubahan harga sesaat,” kata Emon.*








