BERTUAHPOS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau menetapkan komoditas nenas Siak sebagai sasaran proyek percontohan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). Program ini diarahkan untuk menghubungkan potensi ekonomi daerah dengan akses dan layanan sektor jasa keuangan.
“Program PED dilaksanakan melalui sejumlah tahapan, mulai dari kajian potensi daerah, koordinasi dan FGD, penyusunan skema pengembangan, hingga implementasi. OJK juga memasukkan pemantauan realisasi akses keuangan sebagai bagian dari tahapan program,” kata Kepala OJK Provinsi Riau, M Fredly Nasution, di Bukittinggi, Kamis, 15 Oktober 2026.
Dia menambahkan, pemantauan akan dilakukan secara berkala untuk melihat sejauh mana skema yang dirancang membuka akses layanan keuangan bagi pelaku usaha dan kelompok tani nanas di Siak.
Program ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Siak dan organisasi perangkat daerah terkait. OJK juga menggandeng lembaga jasa keuangan, pelaku usaha dan kelompok tani nanas, pemangku kepentingan lain, hingga pembeli hasil produksi (offtaker).
Kata Fredly, kolaborasi itu dibutuhkan untuk mempertemukan kebutuhan pembiayaan dengan potensi usaha yang dapat dikembangkan. Dengan begitu, akses keuangan diharapkan menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi daerah, bukan sekadar penyaluran dana.
Namun, dia menegaskan bahwa pendekatan program ini tidak berhenti pada dorongan penyaluran pembiayaan. Kebutuhan pelaku usaha dan kelompok tani juga menjadi bagian dari perencanaan pengembangan komoditas.
“Pengembangan komoditas melalui PED menempatkan koordinasi pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan pelaku usaha sebagai upaya mengoptimalkan potensi ekonomi lokal,” ujarnya.
Melalui proyek percontohan ini, Fredly menyebut, OJK Provinsi Riau berupaya membangun pola pengembangan ekonomi daerah yang menghubungkan komoditas unggulan dengan akses keuangan dan dukungan ekosistem usaha.
Dengan begitu, Fredly menambahkan, dampak dari program akan lebih terukur apabila diikuti indikator yang jelas. Indikator itu mencakup peningkatan akses pembiayaan, pertumbuhan usaha, perluasan pasar, dan manfaat ekonomi yang diterima petani.









