BERTUAHPOS.COM — Pemerintah pusat akan menyiapkan anggaran Rp400 triliun pada 2027 untuk berbagai program. Termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) di dalamnya.
“Secara nominal, anggaran itu naik dua kali lipat dari tahun 2026 sebesar Rp200 triliun,” kata OJK Riau, M Fredly Nasution, di Pekanbaru, Jumat, 6 November 2026.
Dia memastikan bahwa OJK Riau akan melakaukan pengawasan. Teritama dari penyaluran kredit berjalan kepada UMKM, sesuai ketentuan yang berlaku.
Fredly menjelaskan bahwa penyaluran anggaran tersebut melibatkan perbankan sebagai lembaga penyalur. Beberapa lembaga keuangan lain juga dipercaya menyalurkan kredit tersebut.
Dari sisi pengawasan, OJK memantau pelaksanaan operasional perbankan, termasuk penyaluran KUR dan kredit lainnya. Langkah itu merupakan bagian dari tugas dan fungsi OJK memastikan penyaluran kredit sesuai aturan.
“Kami akan terus mendorong dan mendukung pelaksanaan program tersebut agar berjalan dengan baik,” kata Fredly.
Fredly menegaskan bahwa pelaksanaan program tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Menurutnya, program ini membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.
“Pemerintah, dinas-dinas terkait, serta masyarakat juga perlu berperan dalam memastikan program tersebut berjalan sesuai tujuan,” kata Fredly.
Kata dia, OJK akan melakukan pengawasan terhadap perbankan, sementara BPKP dan BPK menjalankan pengawasan dari sisi pengelolaan keuangan negara.
Dengan keterlibatan seluruh pihak, pelaksanaan program diharapkan berjalan baik dan sesuai ketentuan.
Fredly menambahkan bahwa OJK terus memberikan dukungan, terutama dalam memastikan perbankan menjalankan tugasnya sebagai lembaga penyalur kredit.
“Pengawasan juga dilakukan untuk memastikan penyaluran kredit sesuai dengan aturan dan tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Kenaikan anggaran dari Rp200 triliun menjadi Rp400 triliun menuntut kesiapan perbankan sebagai penyalur utama. OJK Riau memosisikan pengawasan sebagai instrumen agar penyaluran KUR 2027 tetap tepat sasaran.
“Kami akan terus mendorong dan mendukung pelaksanaan program tersebut agar berjalan dengan baik,” ujar Fredly.*








