• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 22, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sinyal Bahaya, Keuangan Rumah Tangga Tertekan, Risiko Gagal Bayar Pinjol Dekati Ambang 5%

Tunggakan pinjol naik menjadi 4,73% pada Agustus 2026. Harga pangan, penurunan tabungan, dan kredit macet menambah tekanan rumah tangga.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
20 Oktober 2026
Sinyal Bahaya, Keuangan Rumah Tangga Tertekan, Risiko Gagal Bayar Pinjol Dekati Ambang 5%

Risiko gagal bayar pinjol dekati ambang batas | Foto grafis: Bertuahpos

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Kenaikan tunggakan pinjaman online (Pinjol) di tengah pertumbuhan pembiayaan digital menjadi sinyal tekanan keuangan rumah tangga Indonesia.

Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio wanprestasi pinjol lebih dari 90 hari atau TWP90 mencapai 4,73% pada Agustus 2026. Angka itu mendekati ambang 5%, sementara nilai pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp106,9 triliun.

Senior Analyst NEXT Indonesia Center, Sandy Pramuji, menilai perkembangan tersebut perlu dibaca bersama indikator lain, seperti penurunan saldo simpanan masyarakat, kenaikan harga pangan, dan meningkatnya kredit bermasalah konsumsi perbankan.

Menurutnya, kombinasi indikator tersebut memperlihatkan tekanan yang dihadapi sebagian rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

OJK mencatat TWP90 pinjol meningkat dari 4,32% pada Juli 2026 menjadi 4,73% pada Agustus 2026. Pada saat yang sama, outstanding pembiayaan pinjol tumbuh 22,07% dibandingkan Agustus tahun sebelumnya.

“Angka ini jelas kian mengkhawatirkan karena bergerak mendekati ambang batas toleransi psikologis dan regulasi yang ditetapkan otoritas sebesar 5%. Padahal pada saat bersamaan, outstanding pembiayaan pinjol mencapai Rp106,9 triliun atau tumbuh 22,07% dibandingkan Agustus tahun sebelumnya,” ujar Sandy dikutip Selasa, 20 Oktober 2026.

Menurut Sandy, pertumbuhan pembiayaan tidak selalu menunjukkan kondisi ekonomi rumah tangga yang lebih kuat. Ia menilai sebagian masyarakat berpotensi menggunakan pinjol untuk menutup kebutuhan hidup, bukan semata-mata untuk mendukung kegiatan produktif.

Tekanan tersebut juga tercermin dalam data simpanan masyarakat. Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan saldo rata-rata rekening dengan simpanan di bawah Rp100 juta turun 61,52% selama 13 tahun, dari Rp4,34 juta pada Juli 2013 menjadi Rp1,67 juta pada Juli 2026.

Pada sektor perbankan, pertumbuhan kredit konsumsi melambat menjadi 5,38% pada Juli 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan puncak pertumbuhan 11,02% pada Oktober 2024.

Sebaliknya, rasio kredit konsumsi bermasalah atau non-performing loan (NPL) meningkat menjadi 2,48%, melampaui level 2,29% yang tercatat pada Juli 2020, saat pandemi Covid-19.

Indikator keyakinan konsumen juga menunjukkan pelemahan. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia turun dari 127,0 pada Januari 2026 menjadi 118,1 pada September 2026.

Sementara itu, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) merosot dari 115,1 menjadi 107,5 dalam periode yang sama, sekaligus menjadi level terendah sepanjang 2026 menurut data yang disampaikan NEXT Indonesia Center.

Sandy mengaitkan tekanan daya beli dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama beras. Sepanjang April hingga September 2026, inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau konsisten berada di atas inflasi umum. Pada September 2026, inflasi kelompok tersebut mencapai 4,37%, sedangkan inflasi umum tercatat 3,28%.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per September 2026 juga menunjukkan harga beras Medium II dan Super II melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di 32 dari 33 provinsi.

Di Jawa Barat dan Jawa Tengah, harga beras Medium II tercatat 11,85% di atas HET, sedangkan di Kalimantan Selatan harga beras medium mencapai Rp22.650 per kilogram atau 61,79% di atas HET.

“Ketika tabungan menyusut dan harga beras terus meningkat, pinjol menjadi jalan pintas darurat yang sayangnya justru menjerat mereka dalam siklus utang,” ungkap Sandy.

Di sisi lain, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mencapai Rp591,5 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh 38,90% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, Sandy mengingatkan bahwa peningkatan penerimaan pajak tidak otomatis berarti daya beli masyarakat secara luas telah pulih.

“Kenaikan penerimaan PPN memang menjadi kabar baik bagi keuangan negara, tetapi belum cukup untuk menyatakan bahwa daya beli masyarakat secara luas telah membaik. Perbaikan perlu terlihat pula dari kemampuan masyarakat berbelanja dan memenuhi kebutuhan tanpa terus menguras tabungan atau menambah beban utang,” katanya.

Sandy meminta pemerintah memprioritaskan pemulihan pendapatan masyarakat, stabilisasi pasokan dan harga pangan di daerah, serta pengawasan terhadap kehati-hatian industri pembiayaan digital.

Ia menilai perbaikan ekonomi perlu terlihat dari kemampuan rumah tangga memenuhi kebutuhan, membayar kewajiban, dan menyisihkan pendapatan.

“Ukuran perbaikan ekonomi yang paling berarti adalah ketika masyarakat tidak lagi terjerat utang, mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar kewajiban tepat waktu, dan kembali bisa menyisihkan sebagian penghasilannya untuk cadangan masa depan,” ujarnya.

Tags: daya beli masyarakatekonomi IndonesiaHarga Berasinflasi pangankredit macetOjkpinjaman onlinePinjoltabungan masyarakatTWP90
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

OJK Sanksi Pelanggaran Saham 3 Emiten, Total Denda Rp2,1 Triliun
Ekonomi

OJK Sanksi Pelanggaran Saham 3 Emiten, Total Denda Rp2,1 Triliun

...

Read moreDetails
Rencana Merger Bank, Lebih dari 200 BPR Masih Proses Konsolidasi

Kredit Perbankan Tembus Rp9.178 Triliun, Ini Catatan OJK

Investor Pasar Modal RI Tembus 32,17 Juta, Tumbuh 57,96%

Investor Pasar Modal RI Tembus 32,17 Juta, Tumbuh 57,96%

7 Perusahaan Pembiayaan Belum Penuhi Modal Inti Rp100 Miliar, Ini Kata OJK 

7 Perusahaan Pembiayaan Belum Penuhi Modal Inti Rp100 Miliar, Ini Kata OJK 

Batam Bisa Menjadi "Dubai Kecil" di Sumatera Lewat Investasi dan Kebijakan Terbuka 

Batam Bisa Menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera Lewat Investasi dan Kebijakan Terbuka 

Penipuan Online Rugikan Masyarakat Rp9,1 Triliun, Ini Modus yang Mendominasi

Penipuan Online Rugikan Masyarakat Rp9,1 Triliun, Ini Modus yang Mendominasi

Next Post
Kolaborasi Jaguar Land Rover bersama Chery Group Menghadirkan FREELANDER 8 di Pasar Global

Kolaborasi Jaguar Land Rover Bersama Chery Group Menghadirkan FREELANDER 8 di Pasar Global

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.