BERTUAHPOS.COM — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menilai PT Riau Petroleum mencatat lompatan kinerja signifikan dalam pengelolaan Participating Interest 10 persen sektor migas yang diapresiasi langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keberhasilan ini dinilai sebagai standar baru tata kelola BUMD yang bersih dan akuntabel di tingkat nasional.
Menurut Ketua HMI Badko Sumbagteng Givo Vrabora, pencapaian tersebut merupakan hasil konsistensi dan kerja kolektif seluruh jajaran direksi. Apresiasi dari lembaga antirasuah ini menepis keraguan publik terhadap profesionalisme pengelolaan perusahaan daerah.
“Atas nama keluarga besar HMI Badko Sumbagteng, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran direksi serta seluruh pihak di dalam BUMD Riau Petroleum. Peningkatan kinerja yang mereka tunjukkan dalam mengelola PI 10 persen sektor migas ini adalah sebuah pencapaian strategis yang membanggakan bagi daerah kita,” ungkap Givo Vrabora, lewat keterangan tertulisnya, Jumat, 31 Juli 2026.
Pengelolaan Participating Interest 10 persen menjadi instrumen vital bagi Provinsi Riau sebagai lumbung energi nasional. Kehadiran KPK dalam melakukan supervisi langsung memastikan setiap lini bisnis berjalan di atas jalur transparansi.
Givo menyoroti aspek krusial di balik kesuksesan tersebut yakni pelibatan aktif unsur pengawasan oleh lembaga antirasuah. Ia menilai pendampingan KPK menjadi mercusuar yang menjamin seluruh proses bisnis berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
“Dengan dikoordinasikan dan disupervisi langsung oleh KPK, kami melihat adanya komitmen yang sangat kuat terhadap penerapan good governance dan good management di Riau Petroleum. Ini adalah standar baru yang luar biasa. Hal ini menepis keraguan publik, bahwa BUMD daerah juga mampu dikelola secara profesional, bersih, bebas dari praktik koruptif, dan berorientasi pada akuntabilitas publik,” tegasnya.
Sektor migas selama ini menjadi tumpuan harapan bagi perekonomian Provinsi Riau. Dengan pengelolaan PI 10 persen yang semakin tertib, multiplier effect dari sektor ini diharapkan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat luas.
“Pengelolaan kekayaan alam harus berhulu pada transparansi dan bermuara pada kesejahteraan rakyat. Apa yang dilakukan Riau Petroleum saat ini sudah berada di jalur yang sangat tepat,” ujar Givo Vrabora.
Lompatan kinerja ini menjadikan Riau Petroleum sangat layak untuk dijadikan teladan nasional. HMI Badko Sumbagteng menaruh ekspektasi besar agar keberhasilan ini dapat direplikasi oleh BUMD lain di seluruh Indonesia.
Perusahaan pelat merah ini berhasil membuktikan bahwa BUMD mampu dikelola secara profesional di bawah pengawasan ketat. Capaian tersebut juga berdampak positif bagi iklim investasi daerah.
Givo menilai pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi dan kerja kolektif yang patut diapresiasi oleh seluruh masyarakat Riau. Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengelolaan kekayaan alam dapat berjalan seiring dengan prinsip akuntabilitas.
Melalui pencapaian ini, HMI Badko Sumbagteng optimis Riau Petroleum dapat menjadi pionir bagi BUMD lain dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang transparan. BUMD diharapkan benar-benar berorientasi dan berperan aktif dalam upaya pembangunan daerah.
Givo berharap momentum positif ini tidak bersifat sementara melainkan menjadi budaya kerja yang terus dipertahankan. HMI Badko Sumbagteng berkomitmen mengawal setiap iklim pembangunan positif yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Momentum ini juga diharapkan mampu mendorong kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah semakin maksimal. Kehadiran BUMD harus benar-benar menjadi motor penggerak utama dalam membangun Riau.
“Kami berharap Riau Petroleum ke depannya mampu mempertahankan tren positif ini. Semoga kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah semakin maksimal, sehingga kehadiran BUMD benar-benar menjadi motor penggerak utama dalam upaya membangun Riau yang lebih maju, mandiri, dan mensejahterakan seluruh masyarakatnya,” tutup Givo Vrabora.***









