• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Penelitian Ini Ungkap Penyebab Turunnya Permukaan Air di Danau Toba

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
22 Juli 2026
Penelitian Ini Ungkap Penyebab Turunnya Permukaan Air di Danau Toba

Foto: Wikipedia

194
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap penyebab penurunan muka air Danau Toba ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh faktor iklim, tetapi juga berubah seiring perkembangan aktivitas manusia di kawasan tersebut.

Analisis data selama lebih dari enam dekade menemukan titik perubahan signifikan pada 1984 yang bertepatan dengan mulai beroperasinya Bendungan Sigura-gura.

Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Hendri, menjelaskan riset ini dilakukan menggunakan data pengamatan tinggi muka air Danau Toba sejak 1957 hingga 2020.

Penelitian ini menjawab pertanyaan yang selama ini banyak muncul di masyarakat mengenai penyebab fluktuasi salah satu danau vulkanik terbesar di dunia tersebut.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa memang terjadi penurunan muka air Danau Toba, tetapi penyebabnya berbeda pada setiap periode. Tahun 1984 bertepatan dengan mulai beroperasinya Bendungan Sigura-gura dan PLTA sehingga karakteristik perubahan muka air danau sebelum dan sesudahnya perlu dianalisis secara terpisah,” kata Hendri.

Pada periode 1957 hingga 1984, muka air Danau Toba mengalami tren penurunan sekitar 22 milimeter per tahun. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh variabilitas iklim, khususnya fenomena El Niño yang menyebabkan berkurangnya curah hujan di daerah tangkapan air.

Setelah 1984, laju penurunan rata-rata menjadi jauh lebih kecil, sekitar 2 milimeter per tahun. Meskipun tren jangka panjangnya relatif stabil, muka air Danau Toba tetap mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun.

“Pada beberapa periode bahkan terjadi penurunan yang cukup ekstrem, seperti pada 1987, 1990, 1998, dan 2016 yang berkaitan dengan kombinasi El Niño dan Indian Ocean Dipole positif. Penggunaan air untuk operasional PLTA juga memberikan pengaruh yang lebih dominan dibandingkan aktivitas domestik masyarakat,” tambah Hendri.

Analisis lebih lanjut menunjukkan meningkatnya peran aktivitas manusia setelah 1984, terutama berkaitan dengan operasional PLTA dan perubahan tata guna lahan. Hasil analisis citra satelit memperlihatkan luas hutan alami di kawasan Danau Toba berkurang sekitar 29 persen selama periode 1988 hingga 2020.

Sebaliknya, luas hutan tanaman cenderung meningkat signifikan sementara kawasan permukiman dan lahan pertanian juga terus bertambah. Berkurangnya tutupan hutan alami diperkirakan mengurangi kemampuan kawasan tangkapan air dalam menyerap dan menyimpan air hujan.

Kepala PRIMA BRIN, Albertus Sulaiman, mengatakan penelitian mengenai Danau Toba penting dilakukan untuk memberikan dasar ilmiah dalam memahami dinamika danau vulkanik terbesar di dunia tersebut. Menurutnya, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan dalam menyusun kebijakan pengelolaan kawasan yang lebih tepat dan berkelanjutan.

“Selama ini, penurunan muka air Danau Toba sering dikaitkan dengan perubahan iklim. Padahal, penelitian menunjukkan persoalannya lebih kompleks karena melibatkan interaksi antara faktor iklim dan aktivitas manusia, sehingga memerlukan langkah pengelolaan yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” jelas Albertus.

Tags: insightlingkunganRegional
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang
Berita Pilihan

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

...

Read moreDetails
Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Plt Gubri Sebut Sumbang Rp1 Miliar untuk Bencana Gempa NTT Bukan soal Nominal Angkanya

Plt Gubri Sebut Sumbang Rp1 Miliar untuk Bencana Gempa NTT Bukan soal Nominal Angkanya

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Next Post
BYD Atto 1, Mobil Listrik dengan Kabin Mewah, Jarak Tempuh 380 KM Harga Setara LCGC 

BYD Atto 1, Mobil Listrik dengan Kabin Mewah, Jarak Tempuh 380 KM Harga Setara LCGC 

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.