BERTUAHPOS.COM — Tim Kejaksaan Negeri Pekanbaru masih memburu dua tahanan kabur yang melarikan diri saat hendak menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Jalan Teratai, pada 12 Juni 2026. Pengejaran terhadap dua tahanan kabur ini masih berlangsung hingga saat ini.
Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Maruli Sitanggang, mengatakan tim gabungan masih berada di lapangan untuk melakukan pencarian terhadap dua tahanan kabur yang belum tertangkap. Pencarian dilakukan secara intensif di berbagai titik yang dicurigai menjadi jalur pelarian.
“Ini kami masih di lapangan, masih dilakukan pengejaran dua orang lagi. Mohon doanya agar segera tertangkap,” kata Maruli saat dikonfirmasi.
Petugas terus menelusuri sejumlah lokasi dan jalur yang diduga digunakan para tahanan kabur saat melarikan diri. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahanan dapat segera diamankan kembali secepatnya.
Sebelumnya, enam tahanan melarikan diri dari mobil tahanan saat dalam perjalanan menuju pengadilan. Para tahanan tersebut dibawa dari Rumah Tahanan Kelas I Pekanbaru untuk mengikuti agenda persidangan pada hari itu.
Dari enam tahanan yang kabur, empat orang telah berhasil ditangkap kembali pada hari yang sama. Sementara itu, dua tahanan kabur lainnya hingga kini masih dalam pengejaran petugas gabungan.
Kepala Rutan Pekanbaru, Erwin Siregar, belum memberikan keterangan rinci terkait kronologi pelarian para tahanan tersebut. Menurutnya, fokus utama saat ini masih tertuju pada proses pengejaran dua tahanan kabur yang tersisa.
“Kami masih menunggu informasi dari teman-teman kejaksaan. Saat ini teman-teman masih terfokus pada pengejaran. Empat orang sudah berhasil ditangkap kembali, tersisa dua orang lagi,” ujar Erwin.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, keenam tahanan kabur tersebut merupakan terdakwa dalam sejumlah perkara tindak pidana umum. Perkara yang membelit mereka antara lain kasus narkotika, pencurian, dan penadahan.
Pihak berwenang hingga kini juga belum menyampaikan identitas kedua tahanan kabur yang masih diburu tersebut. Kemungkinan adanya evaluasi terhadap prosedur pengawalan tahanan dalam peristiwa ini juga belum disampaikan secara resmi.









