BERTUAHPOS.COM — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, bahwa pemerintah membuka peluang eksplorasi 83 blok migas baru kepada seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama atau KKKS yang berminat tanpa perlu melalui negosiasi tertutup.
Tawaran ini disampaikan kepada para pelaku industri migas dalam forum IPA Convex 2026 yang berlangsung di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
“Saya ingin mengumumkan untuk kami akan membuka tender ada sekitar 118 blok baru untuk yang melakukan eksplorasi, dan dari 118 blok baru itu sudah sekitar 20 sudah selesai,” kata Bahlil di hadapan para peserta IPA Convex 2026.
Bahlil merinci bahwa dari total 188 kawasan potensial blok migas baru yang teridentifikasi, sebanyak 28 kawasan sudah ditandatangani oleh KKKS. Sementara 43 area lainnya saat ini masih dalam proses studi bersama oleh para kontraktor, sehingga tersisa sekitar 50 potensi daerah yang belum tersentuh studi sama sekali.
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi dalam eksplorasi blok migas baru tanpa syarat birokrasi yang rumit. Satu-satunya modal yang dibutuhkan adalah teknologi yang mumpuni, kecukupan modal, dan keseriusan untuk berinvestasi jangka panjang di sektor energi Indonesia.
“Bapak-Ibu semua silakan yang melakukan studi bersama, silakan, atau tidak ada juga yang mau melakukan, silakan. Ini saya buka secara umum. Siapa saja boleh. Tidak perlu nego-nego di belakang meja, yang penting kalian punya teknologi, kalian punya duit, kalian punya keseriusan. Silakan, monggo,” tegas Bahlil.
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung juga telah mengumumkan rencana penawaran 110 wilayah kerja migas kepada KKKS sepanjang tahun ini secara serempak. Langkah agresif ini ditempuh pemerintah untuk mempercepat peningkatan produksi minyak nasional yang ditargetkan mencapai 900 ribu hingga 1 juta barel per hari pada 2028.
“Tahun ini kami menawarkan 110 wilayah kerja, jadi di anggota IPA, justru mereka menyatakan minat untuk bagaimana meningkatkan eksplorasi dan juga meningkatkan produksi minyak,” kata Yuliot kepada awak media di Jakarta, pada Februari 2026 lalu.









