BERTUAHPOS.COM — Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan BUMD di Kabupaten Siak harus dievaluasi secara menyeluruh agar tidak menjadi beban keuangan daerah. Pernyataan ini muncul di tengah tekanan berkurangnya dana transfer pusat yang menuntut daerah lebih mandiri secara fiskal.
Menurutnya, masih ada BUMD yang beroperasi tanpa transparansi keuangan yang jelas, bahkan ada yang mencatat kondisi keuangan nol namun bisnis tetap berjalan.
“Kalau tidak memberi manfaat, untuk apa dipertahankan? Hari ini daerah menanggung beban yang tidak sedikit dari BUMD. Bahkan ada yang secara keuangan nol, tapi bisnis tetap berjalan tanpa bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya saat launching Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001:2025 dan Whistleblowing System (WBS) di Fave Hotel Pekanbaru, Rabu sore, 6 April 2026.
Afni juga menyinggung paradigma lama yang masih menghantui banyak BUMD di daerah. Alih-alih menjadi mesin pertumbuhan ekonomi lokal, sebagian BUMD justru dianggap sekadar tempat “numpang”, tanpa orientasi bisnis yang jelas. “Kalau pola ini dipertahankan, BUMD tidak akan pernah maju,” tambahnya.
Dia juga menekankan pentingnya siklus kebijakan yang berkelanjutan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga perbaikan secara konsisten. Sistem ini, menurutnya, wajib dijalankan baik di sektor pemerintahan maupun di lingkungan bisnis BUMD.
Oleh sebab itu, dia mendorong seluruh jajaran BUMD Siak untuk membuktikan kinerja nyata, bukan sekadar hadir di acara seremonial. “Saya mengajak seluruh jajaran BUMD, untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Jangan berhenti di seremoni, buktikan dengan kinerja nyata,” katanya. []









