• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

KAJIAN ISLAM: Nafkah Sesuai Kemampuan, Prinsip Keadilan Islam dalam Rezeki dan Kehidupan

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
14 April 2026
KAJIAN ISLAM: Nafkah Sesuai Kemampuan, Prinsip Keadilan Islam dalam Rezeki dan Kehidupan

Foto: Ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter
Oleh: Daru TS

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لِيُنْفِقْ  ذُوْ  سَعَةٍ  مِّنْ  سَعَتِهٖ  ۗ وَمَنْ  قُدِرَ  عَلَيْهِ  رِزْقُهٗ  فَلْيُنْفِقْ  مِمَّاۤ  اٰتٰٮهُ  اللّٰهُ  ۗ لَا  يُكَلِّفُ  اللّٰهُ  نَفْسًا  اِلَّا  مَاۤ  اٰتٰٮهَا  ۗ سَيَجْعَلُ  اللّٰهُ  بَعْدَ  عُسْرٍ  يُّسْرًا

“Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.” (QS. At-Talaq 65: Ayat 7)

Nafkah wajib diberikan sesuai kemampuan, bukan standar orang lain. Allah tidak membebani di luar kapasitas manusia. Prinsip ini berlaku luas: ibadah, muamalah, dan kehidupan sehari-hari. Islam tidak menyamaratakan beban orang kaya dan miskin memiliki standar sesuai kondisi. Segala kewajiban dalam Islam disesuaikan dengan kapasitas individu.

Tidak perlu berutang atau memaksakan gaya hidup di luar kemampuan hanya untuk terlihat “layak”. Rezeki tiap orang sudah diatur, dan Allah Maha Mengetahui kondisi hamba-Nya. Dari Abu Hurairah, Nabi ﷺ bersabda: “Jika aku perintahkan sesuatu kepada kalian, maka lakukanlah semampu kalian.” (HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim).

Penjabaran

Islam adalah agama yang penuh dengan keadilan dan keseimbangan. Salah satu prinsip penting yang diajarkan adalah tentang kewajiban memberi nafkah sesuai kemampuan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan tegas menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa setiap manusia memiliki kapasitas yang berbeda, sehingga beban yang diberikan pun tidak disamaratakan.

Dalam firman-Nya pada QS. At-Talaq ayat 7, Allah memerintahkan agar orang yang memiliki kelapangan rezeki memberi nafkah sesuai keluasannya. Sementara itu, mereka yang dalam kondisi sempit tetap diwajibkan memberi, namun sesuai dengan apa yang Allah berikan kepadanya. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat memahami realitas kehidupan manusia yang beragam.

Ayat ini menjadi landasan kuat bahwa kewajiban dalam Islam tidak bersifat memberatkan. Allah tidak membebani seseorang di luar batas kemampuannya. Prinsip ini memberikan ketenangan bagi setiap Muslim bahwa apa yang dituntut darinya selalu sejalan dengan kapasitas yang dimiliki.

Dalam kehidupan sehari-hari, konsep ini sangat relevan. Banyak orang merasa terbebani karena membandingkan diri dengan standar orang lain. Padahal, Islam justru melarang sikap demikian. Setiap individu memiliki ujian dan rezeki yang berbeda, sehingga ukuran keberhasilan tidak bisa diseragamkan.

Memberi nafkah bukan sekadar kewajiban materi, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dan spiritual. Ketika seseorang menunaikan kewajiban sesuai kemampuannya, maka ia telah menjalankan perintah Allah dengan penuh keikhlasan. Hal ini lebih bernilai daripada memaksakan diri demi memenuhi ekspektasi sosial.

Rasulullah ﷺ juga menegaskan prinsip ini dalam sabdanya: “Jika aku perintahkan sesuatu kepada kalian, maka lakukanlah semampu kalian.” Hadis ini memperkuat bahwa Islam adalah agama yang realistis dan tidak memberatkan umatnya.

Dalam konteks modern, banyak orang terjebak dalam gaya hidup konsumtif. Mereka merasa harus tampil “layak” di mata orang lain, meskipun harus berutang atau memaksakan kondisi finansial. Padahal, Islam mengajarkan kesederhanaan dan kejujuran dalam menjalani kehidupan.

Memahami konsep rezeki dalam Islam juga sangat penting. Rezeki bukan hanya soal jumlah, tetapi juga keberkahan. Harta yang sedikit namun halal dan penuh keberkahan jauh lebih bernilai dibandingkan harta melimpah yang diperoleh dengan cara yang tidak benar.

Selain itu, ayat ini juga membawa harapan besar. Allah menjanjikan bahwa setelah kesulitan akan datang kemudahan. Ini menjadi penguat bagi siapa saja yang sedang berada dalam kondisi sempit agar tetap bersabar dan tidak putus asa.

Akhirnya, prinsip nafkah sesuai kemampuan mengajarkan kita untuk hidup lebih bijak, realistis, dan penuh syukur. Tidak perlu memaksakan diri atau merasa rendah diri. Jalani kehidupan sesuai kapasitas, dan percayalah bahwa Allah Maha Mengetahui kebutuhan setiap hamba-Nya.

Semoga kita semua senantiasa mendapatkan limpahan rahmat, taufiq, dan hidayah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, diberikan kesehatan lahir dan batin, rezeki yang halal dan berkah, serta dimudahkan dalam setiap urusan dunia dan akhirat.

Tags: IslampediaKajian islam
Share6Tweet4Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Kekuasaan Allah Tak Terbendung, Manusia Wajib Berlindung kepada-Nya
Islampedia

Kekuasaan Mutlak Allah atas Langit dan Bumi

...

Read moreDetails
​Seni Menjadi Manusia: Antara Mahakarya Rupa dan Kedalaman Jiwa 

Kebangkitan Manusia dari Kubur, Bukti Kekuasaan Allah

Golongan Jin dalam Al-Qur'an, Ada yang Saleh dan Menyimpang

Golongan Jin dalam Al-Qur’an, Ada yang Saleh dan Menyimpang

Bahaya Meminta Perlindungan kepada Jin dalam Islam

Bahaya Meminta Perlindungan kepada Jin dalam Islam

Adab Berjalan dan Berbicara dalam Islam, Cerminan Akhlak Mulia

Adab Berjalan dan Berbicara dalam Islam, Cerminan Akhlak Mulia

Tanda Kebesaran Allah dalam Penciptaan Langit dan Bumi

Next Post
BRI Serahkan Ambulans dan 3.000 Paket Sembako di HUT ke-80 TNI AU

BRI Serahkan Ambulans dan 3.000 Paket Sembako di HUT ke-80 TNI AU

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.