BERTUAHPOS – PT Riau Pangan Bertuah (RPB) tengah membidik peluang ekspansi bisnis yang lebih luas untuk menjangkau seluruh wilayah Provinsi Riau.
Strategi ini dianggap perlu berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh pascaoperasi pasar di 47 titik di Riau selama Ramadan 2026, kata Komisaris Utama PT Riau Pangan Bertuah, M Taufiq OH.
Dirinya yakin bahwa BUMD ini sudah waktunya membutuhkan suntikan modal tambahan agar pengembangan bisnis dan intervensi pasar dapat berjalan lebih maksimal hingga ke pelosok daerah.
Lagi pula, penguatan modal ini tidak hanya sekadar soal angka di atas kertas, akan tetapi memiliki efek domino yang besar terhadap perekonomian lokal.
Dukungan modal tersebut diyakini akan memperkokoh struktur bisnis perusahaan, mengoptimalkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Riau.
“Dukungan modal tidak hanya memperkuat dari sisi bisnis tapi juga akan berdampak terhadap optimalisasi sumber daya manusia dan palangan pekerjaan baru,” ujar M Taufiq OH kepada Bertuahpos belum lama ini.
Salah satu fokus utama adalah keberadaan Toko Pangan (Topan). Saat ini, PT Riau Pangan Bertuah baru memiliki satu unit toko yang berlokasi di Pekanbaru.
Ini tentu saja belum cukup kuat untuk melakukan intervensi kebutuhan pangan bagi masyarakat yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Riau.
Jangkauan operasional saat ini masih sangat terbatas sehingga membutuhkan strategi matang agar kegiatan operasi pasar bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara efektif.
“Misalnya untuk Toko Pangan yang saat ini hanya ada satu di Pekanbaru, belum maksimal untuk melakukan intervensi kebutuhan pangan masyarakay di 12 kabupaten kota. rasanya memang belum maksimal, sehingga perlu diperhitungkan dengan strategi matang, sehingga kegiatan operasi pasar bisa efektif,” tegasnya.
Di sisi lain, kata Taufiq, meskipun angka inflasi berada di level 4,8%, ia menegaskan bahwa stabilitas harga 12 bahan pokok (Bapok) di pasar saat ini masih dalam kategori normal dan terkendali.
Menurutnya, tekanan inflasi yang terjadi saat ini justru bukan bersumber dari fluktuasi harga pangan, melainkan dari sektor energi dan kebutuhan domestik lainnya.
“Sebenarnya inflasi kita aman, memang di 4,8%. Penyebab inflasi bukan bahan pokok tapi listrik dan kebutuhan rumah tangga, dari 12 bapok sudah normal kita,” ujar Taufiq OH.***









