• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 27, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Pernah Janji Setor USD1 Miliar ke Board of Peace Donald Trump

“Tidak pernah. Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar. Tapi Indonesia tidak ada di situ."

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
23 Maret 2026
Presiden Perintahkan Penyaluran BBM dan Logistik Diprioritaskan ke Daerah Terdampak Bencana Sumatera

Presiden RI, Prabowo Subianto.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Presiden Prabowo Subianto angkat suara soal isu komitmen Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Prabowo membantah keras kabar yang menyebutkan bahwa Indonesia berjanji menyumbang dana sebesar USD1 miliar atau setara Rp17 triliun untuk lembaga tersebut.

Dalam keterangannya, Presiden menekankan bahwa sejak awal Indonesia tidak pernah memberikan komitmen finansial apa pun kepada Amerika Serikat terkait keanggotaan dalam BoP.

Ketidakhadiran Indonesia dalam pertemuan para pendonor awal menjadi bukti kuat bahwa pemerintah tidak terikat dalam skema iuran tersebut.

“Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar Dolar,” ujar Prabowo dalam wawancaranya, dikutip Minggu, 22 Maret 2026.

Mengenai posisi Indonesia saat pertemuan para pendonor utama (founding donors) berlangsung di Washington pada medio Februari lalu, dia memastikan bahwa dirinya tidak mengeluarkan pernyataan komitmen uang saat ditanya mengenai partisipasi Indonesia.

“Tidak, tidak pernah. Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar. Tapi Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali,” tegas Prabowo.

Alih-alih menyetor dana segar dalam jumlah besar, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kontribusi nyata Indonesia bagi perdamaian di Gaza adalah melalui pengerahan personel. Indonesia menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung ke lapangan guna menjaga keamanan warga sipil di Gaza sebagai bagian dari pasukan perdamaian dunia.

“Kita menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan,” katanya.

Meski saat ini menolak komitmen iuran anggota, Prabowo memberikan sinyal bahwa Indonesia tetap membuka pintu untuk membantu pembangunan kembali wilayah Gaza jika situasi sudah kondusif.

Pemerintah akan memantau perkembangan proses gencatan senjata sebelum memutuskan langkah kontribusi selanjutnya yang bersifat kemanusiaan.

“Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kita punya Baznas, dan sebelumnya juga sudah membangun rumah sakit serta berbagai bantuan lainnya di sana,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, mantan Menteri Pertahanan ini kembali mengunci posisi diplomasi Indonesia dengan menyatakan bahwa status keanggotaan Indonesia di BoP tidak dibarengi dengan kewajiban membayar iuran tertentu.

“Tidak ada komitmen sama sekali,” ucapnya.***

Tags: nasional
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Next Post
Mencoba Bangkit, Harga Emas Dunia Masih Sulit Jangkau Level US$ 5.000

Mencoba Bangkit, Harga Emas Dunia Masih Sulit Jangkau Level US$ 5.000

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.