• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ekonomi Dunia Melambat, Mengapa Indonesia Justru Diproyeksi Tetap Tangguh di 2026?

BI proyeksikan ekonomi Indonesia 2026 tumbuh 4,9–5,7% meski ekonomi global melambat akibat geopolitik, tarif AS, dan ketidakpastian pasar.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
19 Februari 2026
Ekonomi Dunia Melambat, Mengapa Indonesia Justru Diproyeksi Tetap Tangguh di 2026?

Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tetap Tangguh di 2026 | Foto: Creativa Images / Canva Pro.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 4,9–5,7%. Angka ini menggambarkan optimisme ekonomi domestik yang dipercaya akan tetap tumbuh solid meski dibayangi perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian pasar keuangan internasional.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, proyeksi tersebut didukung oleh kuatnya permintaan domestik, investasi, serta sinergi kebijakan antara pemerintah dan otoritas moneter. “Stabilitas makroekonomi masih menjadi modal utama untuk menjaga momentum pertumbuhan nasional,” katanya.

Namun, BI mengingatkan bahwa prospek ekonomi Indonesia tidak lepas dari tekanan eksternal. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan melambat dari 3,3% pada 2025 menjadi 3,2% pada 2026 akibat tensi geopolitik yang berkepanjangan dan kebijakan perdagangan global.

Salah satu faktor utama perlambatan global adalah kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat yang memicu ketegangan perdagangan. Kebijakan ini berpotensi menekan arus perdagangan dunia dan memperlambat pertumbuhan ekonomi sejumlah negara.

Ferry menyebut, BI juga mencatat adanya perbedaan kinerja ekonomi antar kawasan. Amerika Serikat diperkirakan masih tumbuh kuat berkat stimulus fiskal besar dan investasi tinggi, termasuk di sektor kecerdasan buatan atau AI.

Sebaliknya, Eropa dan Jepang diproyeksikan melambat karena permintaan domestik yang belum pulih dan kinerja ekspor yang melemah. Kondisi ini turut menekan aktivitas ekonomi global secara keseluruhan.

China, sebagai mitra dagang utama Indonesia, juga diperkirakan mengalami perlambatan akibat konsumsi rumah tangga yang belum pulih sepenuhnya. Sementara India menghadapi tekanan dari menurunnya permintaan domestik dan sektor eksternal.

Di sisi pasar keuangan, ketidakpastian global membuat aliran modal ke negara berkembang menjadi lebih selektif. Investor cenderung memilih aset aman seperti emas, sementara imbal hasil obligasi AS tetap tinggi karena risiko fiskal.

Meski demikian, BI menilai ekonomi Indonesia memiliki daya tahan yang cukup kuat. Konsumsi rumah tangga, proyek investasi, serta stimulus kebijakan pemerintah diperkirakan tetap menjadi motor utama pertumbuhan pada 2026.

“BI akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di tengah gejolak global,” ujarnya.***

Tags: bank Indonesiaekonominasional
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Inilah Ruang Setara
Berita Video

Inilah Ruang Setara

...

Read moreDetails
Ekonomi syariah

Ekonomi Syariah Indonesia Bidik Posisi 3 Besar Dunia

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup

Tensi AS-Iran Memanas, Rupiah Terkoreksi Tajam Dekati Level Rp17.000

Mengapa BI Turunkan Batas Beli Dolar AS?

Bank Indonesia Bongkar Modus Penipuan Digital Berkedok Bank dan Kurir

Bank Indonesia Bongkar Modus Penipuan Digital Berkedok Bank dan Kurir

BI Ingatkan Kemudahan Transaksi Keuangan Perlu Diimbangi dengan Perlindungan Konsumen

BI Ingatkan Kemudahan Transaksi Keuangan Perlu Diimbangi dengan Perlindungan Konsumen

Next Post
Pemprov Riau Wacanakan Jembatan Siak V untuk Kurangi Kemacetan Pekanbaru

Pemprov Riau Wacanakan Pembangunan Jembatan Siak V untuk Kurangi Kemacetan Pekanbaru

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.