BERTUAHPOS — Kepolisian Tokyo menangkap Hiroaki Obata (40), pemimpin kelompok Natural—salah satu jaringan pencari pekerja seks ilegal terbesar di Jepang.
Penangkapan dilakukan oleh Departemen Kepolisian Metropolitan (MPD) pada Senin, setelah Obata diduga melakukan pembayaran kepada anggota geng kriminal pada 2023.
Dilansir dari The Japan News, Selasa, 27 Januari 2025, Obata memberikan uang tunai sebesar ¥600.000 kepada gangster melalui bawahannya pada 24 Juli 2023.
Pembayaran itu diduga sebagai imbalan agar kelompok kriminal tersebut menoleransi aktivitas Natural yang merekrut perempuan di kawasan Udagawacho, Distrik Shibuya, Tokyo.
Atas perbuatannya, Obata diduga melanggar Peraturan Pemerintah Metropolitan Tokyo tentang Pemberantasan Kelompok Kejahatan Terorganisir. Sebelumnya, polisi telah memasukkan Obata ke dalam daftar buronan publik.
Usai ditangkap, Obata memilih bungkam dan tidak memberikan keterangan saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Polisi menyatakan akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap jaringan yang terlibat.
Natural dikenal sebagai kelompok kejahatan terorganisir tipe “tokuryu”, yakni organisasi kriminal dengan struktur tertutup dan identitas anggota yang tidak jelas. Selama bertahun-tahun, detail operasi kelompok ini sulit terungkap karena mereka menerapkan pengamanan ketat terhadap aparat penegak hukum.
Setelah penangkapan Obata, MPD menargetkan pengungkapan struktur lengkap Natural, termasuk hubungan kelompok tersebut dengan berbagai geng kriminal di Jepang. Polisi menyebut telah menerima lebih dari 30 informasi masyarakat sejak meminta bantuan publik untuk melacak Obata.
Berdasarkan salah satu petunjuk, penyidik MPD melacak keberadaan Obata hingga ke Kota Amami, Prefektur Kagoshima, Jepang barat daya. Polisi menemukan Obata pada Senin dalam kondisi sendirian dan hampir tanpa membawa barang.
Menurut sumber investigasi, Natural mulai beroperasi sekitar 2009 di kawasan hiburan malam Kabukicho, Distrik Shinjuku, Tokyo. Kelompok ini merekrut perempuan dan secara ilegal memperkenalkan mereka ke tempat-tempat layanan seksual di berbagai wilayah Jepang.
Pada puncak operasinya, jumlah anggota Natural mencapai sekitar 1.500 orang, dengan pendapatan tahunan diperkirakan mencapai ¥4,5 miliar. Pada Januari 2025, tim gabungan MPD dan Kepolisian Prefektur Chiba menggeledah puluhan lokasi usaha yang terkait dengan kelompok tersebut.
Natural beroperasi layaknya sebuah perusahaan, dengan Obata dipanggil sebagai “ketua”. Kelompok ini memiliki berbagai divisi, termasuk departemen kontrak, departemen aplikasi, dan unit yang mereka sebut “departemen penanggulangan virus”, istilah internal untuk menghadapi polisi. Natural juga menggunakan aplikasi khusus untuk mengelola aktivitas dan komunikasi anggota.
Seorang pejabat senior MPD mengaku terkejut dengan skala organisasi tersebut. “Kami sangat terkejut mengetahui kelompok ini telah berkembang begitu besar sebelum sepenuhnya terdeteksi,” ujarnya.***









