BERTUAHPOS — Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) dengan menembus level US$5.100 per ons troi pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026. Kenaikan tajam ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mendorong investor memburu aset lindung nilai (safe haven).
Harga emas di pasar spot naik sekitar 1,29% ke level US$5.048,62 per ons, setelah sebelumnya menyentuh puncak baru di US$5.111,11 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menguat 1,22% ke US$5.078,44 per ons.
Mengutip Reuters, reli tidak hanya terjadi pada emas. Harga perak dan platinum juga mencetak rekor tertinggi baru, mencerminkan derasnya aliran dana ke pasar logam mulia di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan politik global.
Presiden Sprott Inc, Ryan McIntyre, mengatakan emas terus mendapat dukungan kuat dari risiko geopolitik dan ekonomi yang meningkat. Selain itu, bank sentral global masih agresif membeli emas untuk mendiversifikasi cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
“Arus dana ke exchange traded fund (ETF) emas fisik kembali meningkat, dengan kepemilikan ETF naik sekitar 20% secara tahunan,” ujar McIntyre.
Sentimen pasar turut memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% terhadap Kanada jika negara tersebut melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan China. Pernyataan ini memicu kekhawatiran baru soal perang dagang dan stabilitas ekonomi global.
Head of Research BullionVault, Adrian Ash, menilai pergerakan harga logam mulia tahun ini sangat dipengaruhi dinamika politik AS. “Penggerak utama pasar logam mulia saat ini adalah Trump,” katanya. Ia menambahkan, reli emas dan perak juga didorong masuknya investor ritel baru, terutama dari Asia dan Eropa.
Pasar juga mencermati potensi intervensi mata uang terkoordinasi AS–Jepang di tengah volatilitas nilai tukar. Di sisi moneter, perhatian investor tertuju pada rapat The Fed pekan ini. Meski suku bunga diperkirakan ditahan, tekanan politik terhadap Ketua The Fed Jerome Powell meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Sepanjang 2026, harga emas telah naik hampir 18%, setelah melonjak 64% pada 2025. Tahun lalu, emas mencetak sejarah dengan menembus US$3.000 dan US$4.000 per ons. Sejumlah analis menilai reli masih berlanjut; Societe Generale memproyeksikan emas berpeluang mencapai US$6.000 pada akhir tahun, sementara Morgan Stanley menargetkan kisaran US$5.700.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot melonjak ke rekor US$117,72 per ons dan terakhir naik 2,6% ke US$105,76. Harga platinum terkoreksi 4,92% ke US$2.642,02 setelah sempat menyentuh US$2.918,80, sedangkan palladium turun 1,37% ke US$1.990,08 per ons.***
Sumber: Investor.id
harga emas









