• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 24, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kredit Sektor Properti Melompat Tajam

Kredit properti tumbuh 13% pada 2025 menjadi Rp1.597,7 triliun, didorong lonjakan kredit konstruksi dan prospek positif 2026.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
27 Januari 2026
Kredit Sektor Properti Melompat Tajam

Foto: ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Penyaluran kredit ke sektor properti sepanjang 2025 ditutup tumbuh 13,0% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1.597,7 triliun. Kinerja ini didorong lonjakan signifikan pada kredit segmen konstruksi, yang mencatat pertumbuhan tertinggi dibandingkan subsektor lainnya.

Berdasarkan data Uang Beredar (M2) Bank Indonesia (BI) yang dikutip Minggu (25/1/2026), kredit properti untuk KPR dan KPA tumbuh moderat 6,8% yoy menjadi Rp850,5 triliun. Sementara itu, kredit real estate meningkat 8,6% yoy ke level Rp253,2 triliun.

Lonjakan terbesar terjadi pada kredit konstruksi, yang melonjak 28,2% yoy menjadi Rp504,0 triliun per Desember 2025. Capaian ini menjadi sinyal pemulihan setelah sektor konstruksi mencatat pertumbuhan stagnan 0,0% yoy pada 2024 dan bahkan terkontraksi 0,2% yoy pada 2023.

Secara historis, tren pertumbuhan kredit properti menunjukkan akselerasi. Pada 2023, kredit properti tumbuh 7,6% yoy, melambat menjadi 6,6% yoy pada 2024, lalu menguat signifikan pada 2025 dengan pertumbuhan 13,0% yoy.

Memasuki 2026, prospek sektor properti dinilai tetap positif. Sejumlah faktor pendukung diperkirakan menopang kinerja, antara lain potensi penurunan suku bunga kredit, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun, serta pertumbuhan ekonomi yang diharapkan mendukung pemulihan daya beli masyarakat.

Mengutip Antara, Property Outlook Survey oleh Knight Frank Indonesia menyebutkan sektor properti nasional pada 2026 diproyeksikan tetap bertumbuh meski menghadapi dinamika pasar sepanjang 2025. Namun, mayoritas pemangku kepentingan (61%) memperkirakan pertumbuhan investasi properti masih bersifat moderat.

Dalam survei tersebut, para pemangku kepentingan—mulai dari konsultan properti, pengembang, perbankan, investor, hingga akademisi—menilai subsektor industri dan pergudangan berpeluang melanjutkan tren pertumbuhan. Pengembang juga melihat potensi peningkatan pada hotel dan apartemen sewa.

Meski prospek dinilai cerah, pelaku usaha mengingatkan adanya risiko dan tantangan yang perlu diwaspadai pada 2026, seperti pelemahan daya beli, harga tanah yang tinggi, dan tekanan inflasi, yang berpotensi menahan laju pertumbuhan sektor properti.***




Sumber: Investor.id

Tags: Kreditperbankanproperti
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan
Ekonomi

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

...

Read moreDetails
CIMB Niaga Perkuat Solusi Perbankan Terintegrasi untuk Dorong Ekonomi Riau

CIMB Niaga Perkuat Solusi Perbankan Terintegrasi untuk Dorong Ekonomi Riau

BRI Apresiasi Layanan Pensiunan Demi Jaga Loyalitas Nasabah

BRI Apresiasi Layanan Pensiunan Demi Jaga Loyalitas Nasabah

BRK Syariah Gelar Senam Sehat dan Edukasi Produk di CFD

BRK Syariah Gelar Senam Sehat dan Edukasi Produk di CFD

Rencana Merger Bank, Lebih dari 200 BPR Masih Proses Konsolidasi

Rencana Merger Bank, Lebih dari 200 BPR Masih Proses Konsolidasi

BRI Catat Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan Indonesia

BRI Catat Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan Indonesia

Next Post
Community Development RAPP Hadirkan Harapan Baru bagi Pendidikan Masyarakat

Community Development RAPP Hadirkan Harapan Baru bagi Pendidikan Masyarakat

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.