• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Baru 22% Tenaga Kerja Lokal Riau Terserap di Sektor Industri HTI, Ini Kata Muller Tampubolon

Angka ini masih jauh dari ideal, jika melihat potensi sumber daya manusia yang dimiliki daerah. Sementara kebutuhan industri harus menyesuaikan dengan kemampuan tenaga kerja yang tersedia.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
3 Januari 2026
Baru 22% Tenaga Kerja Lokal Riau Terserap di Sektor Industri HTI, Ini Kata Muller Tampubolon

Ketua APHI Komda Riau, Muller Tampubolon | Foto: Bertuahpos / Melba Ferry Fadly.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Penyerapan tenaga kerja lokal di sektor industri Hutan Tanaman Industri (HTI) sejauh ini masih belum optimal, dan ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi terutama bagi perusahaan HTI skala besar di Riau.

Dari total perkiraan 55 ribu pekerja di sektor HTI, penyerapan tenaga kerja lokal baru sekitar 25% dari target paling tidak di 30%.

Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komda Riau, Muller Tampubolon, mengakui bahwa angka ini masih jauh dari ideal. “Jika melihat potensi sumber daya manusia yang dimiliki daerah, ya,” ujarnya kepada Bertuahpos di Pekanbaru belum lama ini.

Kondisi tersebut terjadi karena kebutuhan industri harus menyesuaikan dengan kemampuan tenaga kerja yang tersedia. Menurutnya, persoalannya bukan pada jumlah pekerja, tetapi juga kesiapan dan kapasitas mereka untuk memenuhi standar industri.

Selain itu, Muller juga sepakat penting untuk mendorong masyarakat Riau agar tidak hanya berada di posisi tenaga kerja, tetapi juga memiliki jiwa pengusaha. Upaya ini dinilai penting untuk meningkatkan dominasi tenaga kerja lokal di sektor kehutanan, meskipun lewat perusahaan pihak kontraktor.

“Jika masyarakat Riau mampu naik kelas menjadi kontraktor, secara otomatis mereka akan merekrut tenaga kerja lokal sebagai bagian dari operasional usaha. Hal inilah yang terus didorong APHI agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat daerah,” jelas Muller.

Muller menyayangkan jika masyarakat Riau tidak menyiapkan diri menjadi pengusaha. Menurutnya, hal ini menjadi catatan penting yang harus segera dijawab melalui pembinaan dan peningkatan kapasitas.

Terkait kualitas tenaga kerja, kata Muller, seluruh pekerja yang terlibat di perusahaan anggota APHI terlebih dahulu akan melalui proses perekrutan dan pelatihan yang ketat. Mereka akan dibekali pengetahuan terkait cara kerja, disiplin, hingga standar kategori pekerjaan.

Namun, kendala lain yang ditemukan di lapangan adalah ketahanan fisik pekerja. Tidak banyak tenaga kerja lokal yang mampu bertahan lama di hutan. Kondisi ini membuat sebagian perusahaan kerap menggunakan tenaga kerja dari daerah lain yang dinilai lebih siap secara fisik.

Meski demikian, APHI tetap berkomitmen memberdayakan masyarakat lokal Riau. Muller menegaskan, kesempatan harus tetap diberikan kepada masyarakat setempat agar mereka bisa berkembang.

Selain itu, APHI Riau juga memandang pentingnya membangun keberanian dan kesiapan masyarakat lokal untuk menjadi pengusaha. “Oleh sebab itu pembinaan ke arah sana menjadi fokus kami saat ini. APHI juga memastikan pembinaan terus dilakukan bagi yang berminat, terutama mereka yang berasal dari masyarakat di sekitar perusahaan HTI,” tambahnya.

Tantangan Industri HTI Riau 2026

Muller menilai sektor kehutanan di Riau sepanjang 2025 masih berjalan normal dan tidak menghadapi persoalan besar. Aktivitas industri masih stabil dan operasional perusahaan tetap terjaga.

Namun, tantangan besar diperkirakan muncul pada 2026 ketika kebijakan multiusaha mulai ditegakkan. Skema multiusaha ini menuntut perusahaan tidak hanya bergantung pada kayu sebagai sumber utama produksi.

Pada skema tersebut, peran masyarakat menjadi sangat penting karena akan dikembangkan sektor lain seperti jasa lingkungan, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, rotan, madu, dan sumber ekonomi lainnya.

Muller menyebut, seluruh anggota APHI harus bersiap menghadapi perubahan ini. Adaptasi tidak hanya menyangkut perusahaan, tetapi juga kesiapan masyarakat untuk terlibat aktif.

Ia menegaskan bahwa multiusaha akan menjadi tantangan terbesar ke depan. Industri kehutanan tidak lagi hanya berbicara soal kayu, tetapi ekosistem ekonomi yang lebih luas yang melibatkan masyarakat secara langsung.***

Tags: bisnisindustrikehutanan
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Dominasi Akasia, Berikut Daerah dengan Penghasil Kayu Bulat Terbesar di Indonesia
Lingkungan

Dominasi Akasia, Berikut Daerah dengan Penghasil Kayu Bulat Terbesar di Indonesia

...

Read moreDetails
Yayasan Hutan Tropis Tawarkan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab

Yayasan Hutan Tropis Tawarkan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab

Proses produksi oleh-oleh khas Riau keripik kulit ikan patin Melayu Crackers (Malakers) | Foto: Bertuahpos / Melba.

Kisah di Balik Kriuknya Melayu Crackers, Kulit Ikan Patin Berstranformasi Menjadi Oleh oleh Premium

Garuda Indonesia-Pelita Air Masih Bahas Rencana Konsolidasi

Garuda Indonesia-Pelita Air Masih Bahas Rencana Konsolidasi

Danantara Gabung KSSK untuk Perkuat Investasi, Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi

Danantara Gabung KSSK untuk Perkuat Investasi, Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi

Pemprov Riau Dorong ASN Kelola Usaha Budidaya Ayam Petelur Skala Kecil

Pemprov Riau Dorong ASN Kelola Usaha Budidaya Ayam Petelur Skala Kecil

Next Post
Tesla “Kalah Perang” dua Tahun Berturut-turut, Kendaraan Listrik BYD Semakin Melekat di Hati Konsumen

Tesla “Kalah Perang” dua Tahun Berturut-turut, Kendaraan Listrik BYD Semakin Melekat di Hati Konsumen

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.