• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Berikut Tantangan Ekonomi Riau 2026 Versi Bank Indonesia

BI Riau memaparkan tiga tantangan ekonomi 2026, mulai dari realokasi anggaran, pasokan sawit untuk B50, hingga ketidakpastian ekonomi global.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
3 Desember 2025
Berikut Tantangan Ekonomi Riau 2026 Versi Bank Indonesia

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Sudiro Pambudi | Foto: Bertuahpos / Melba Ferry Fadly.

129
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Ekonomi Riau triwulan III 2025 tercatat tumbuh 4,98% dan Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pada tahun 2026, angkanya berada di kisaran 4,4-5%.

Kondisi yang menggembirakan ini tentu tak semulus yang dibayangkan. Berbagai tantangan tetap akan membayangi stabilitas ekonomi Riau di tahun depan.

“Yakni soal relokasi anggaran pemerintah, hilirisasi kelapa sawit dan ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut kata Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Riau, Sudiro Pambudi, di Pekanbaru belum lama ini.

Ketiga tantangan tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi Riau pada tahun-tahun mendatang. Berlanjutnya kebijakan realokasi anggaran pemerintah diyakini dapat memengaruhi komponen belanja pemerintah dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi daerah. 

“Karena itu, BI menekankan pentingnya optimalisasi penerimaan daerah serta sinergi lintas pemangku kepentingan untuk menarik lebih banyak investasi sebagai sumber pertumbuhan baru,” tambhanya.

Tantangan kedua, berkaitan dengan rencana penerapan biodiesel B50 dan target hilirisasi industri kelapa sawit. Menurut Sudiro, kebijakan ini menghadapi hambatan dari sisi pasokan CPO akibat menurunnya produktivitas pohon sawit yang mulai menua.

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi solusi penting, namun keberhasilannya mensyaratkan legalitas lahan yang harus benar-benar clean and clear agar proses replanting berjalan efektif.

“Jika prasyara tersebut terpenuhi, kami optimistis produksi sawit rakyat dapat meningkat di masa mendatang. Kenaikan produksi itu diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan CPO sehingga mendukung implementasi B50 dan memperkuat industri hilir sawit yang menjadi andalan ekspor Riau,” sabungnya.

Tantangan ketiga soal ketidakpastian ekonomi global, juga diyakini akan terus membayangi pertumbuhan ekonomi Riau 2026. Kebijakan di sejumlah negara berpotensi menahan permintaan dari mitra dagang utama Riau, sehingga memengaruhi keputusan investasi dan belanja modal pelaku usaha.

“Kondisi ini dapat berdampak langsung pada kinerja ekspor komoditas unggulan daerah,” kata Sudiro.

Dari sisi pemerintah daerah, Sudiro mengingatkan bahwa cuaca ekstrem dan potensi bencana alam juga menjadi risiko bagi keberlanjutan produksi di sentra-sentra komoditas.

Gangguan produksi dan distribusi akibat faktor cuaca dapat menekan pertumbuhan sektor-sektor strategis yang menjadi penopang ekonomi Riau.

Ia menegaskan bahwa koordinasi kebijakan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga terkait diperlukan untuk menghadapi tiga tantangan tersebut.

Oleh sebab itu, upaya mitigasi, terutama dalam menjaga stabilitas produksi komoditas dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah, harus terus diperkuat.

“Kami (Bank Indonesia) berharap langkah-langkah strategis yang ditempuh bersama dapat menjaga ketahanan ekonomi Riau dan memperkuat fondasi pertumbuhan pada 2026. Dengan sinergi yang solid, target pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi tetap dapat dicapai,” tuturnya.***

Tags: bank IndonesiaekonomiRegionalriau
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Tensi AS-Iran Memanas, Rupiah Terkoreksi Tajam Dekati Level Rp17.000
Ekonomi

Mengapa BI Turunkan Batas Beli Dolar AS?

...

Read moreDetails
Bank Indonesia Bongkar Modus Penipuan Digital Berkedok Bank dan Kurir

Bank Indonesia Bongkar Modus Penipuan Digital Berkedok Bank dan Kurir

BI Ingatkan Kemudahan Transaksi Keuangan Perlu Diimbangi dengan Perlindungan Konsumen

BI Ingatkan Kemudahan Transaksi Keuangan Perlu Diimbangi dengan Perlindungan Konsumen

Plt Gubernur Riau Minta ASN Bekerja Ekstra Tahun Ini “Jangan Ada yang Santai"

Riau Perluas Basis Penerimaan demi Optimalkan Pendapatan Daerah

Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp17.908 per Dolar AS di Awal Pasar

Rupiah Menguat Berkat Intervensi BI Jelang Keputusan RDG

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed

Rupiah Melemah ke Rp17.791 Imbas Tensi Timur Tengah, Ini Upaya BI

Next Post
Pemprov Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Hidrometeorologi hingga Januari 2026

Pemprov Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Hidrometeorologi hingga Januari 2026

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.