BERTUAHPOS — PT Tirta Investama yang memproduksi air minum dalam kemasan merek Aqua menjadi sorotan publik setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkap aktivitas produksi dan distribusi air minum itu, di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Video itu diunggah satu hari yang lalu, di kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel Rabu, 22 Oktober 2025. Dedi Mulyadi menilai, hadirnya perusahaan itu berpotensi mempercepat kerusakan jalan akibat kendaraan bermuatan berlebih (Overload Over Dimension).
Terlihat Dedi Mulyadi melakukan sidak ke perusahaan air minum itu dan berdialog langsung dengan para supir yang akan melakukan distribusi. Menurut penjelasan supir, sekali angkut beban muatan kendaraan distribusi itu mencapai 14 ton.
“Kapasitas mobilnya berapa, harusnya,” tanya Dedi, namun tak dijawab oleh si supir.
“Kemarin yang menabrak warga sampai tiga orang meninggal perusahaan mana?”
“Iya, perusahaan ini.”
“Kenapa sampai nabrak? Sanksinya apa?” Tanya Kang Dedi.
Dedi kemudian memeriksa surat menyurat yang dipegang oleh supir. Di situ diketahui bahwa kapasitas kendaraan hanya mampu membawa beban sebesar 11 ton. “720 galon kali 19 kilogram, berapa?” tanyanya ke supir itu. Selain itu, Kang Dedi juga menyentil bahwa mobil yang dipakai untuk distribusi air Aqua galon sudah tua, berusia sekitar 15 tahun karena dipakai setiap hari.
Kang Dedi kemudian menemui pihak pengelola dan langsung melihat sumur produksi air Aqua. Di sini, air minum dalam kemasan itu diketahui berasal dari dua sumur bor. Dia kemudian menyentil salah satu sumur yang mengalami longsor. “Karena airnya diambilin, pohonnya ditebangin,” ketus Kang Dedi.
Dia menambahkan, jalan provinsi yang diperlebar dan dibaguskan hanya akan membahagiakan PT Tirta Investama. Sebab angkutan dengan kapasitas over dilakukan oleh perusahaan tersebut. “Karena angkutan yang besar-besar punya PT ini sekarang,” katanya.
“Kemudian, mobil yang lolos rem dan nabrak tiga orang warga itu pembelajaran penting. Bahwa standarisasi kendaraan milik perusahaan ini lemah,” kata Dedi.
Dalam video itu, Kang Dedi juga mengungkap bahwa keuntungan yang didapat oleh PT Tirta Investama sangat besar, karena bahan baku air yang diperoleh secara gratis. Kondisi ini tentu berbeda dengan kebanyakan perusahaan, yang mana bahan baku untuk produk mereka harus dibeli.
“Kalau bayar pajak itu cerita lain, intinya bahan bakunya gratis, meskipun warga sekitar sering mengeluh kekurangan air, dan sampai ke meja kita mahal. Saya pelanggan pak, tiap hari beli. Jadi, harga BBM bahkan lebih murah dari harga air mineral.”
Jadi kalau hanya bangun jalan saltik-saltik, pelit itu namanya. Saya hanya minta jalan tanggung jawab provinsi dan jangan ada manipulasi dengan jumlah air. Tapi saya minta transportasinya tak boleh dengan kendaraan dengan sumbu yang besar. Mobilnya jangan sampai lolos rem sehingga menyebabkan korban jiwa. Malu dong perusahan besar ternama, kerjasamanya dengan angkutan yang murah-murah.
Menurutnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan dana sebesar Rp4 triliun untuk pembangunan jalan dan berharap infrastruktur itu bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
“Mobil yang bebannya gede itu kan mempercepat kerusakan jalan. Saya ini lagi baik sama bapak, jalannya dibikin halus di mana-mana, tetapi kan yang paling menikmati bapak,” ujar Dedi saat meninjau pabrik Aqua Subang.
Dedi mengungkapkan akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Gubernur agar perusahaan dan mitra distributornya menggunakan kendaraan yang sesuai dengan kondisi jalan. Ia menegaskan sanksi akan diberikan bila perusahaan tidak mematuhi aturan tersebut.
Selain soal kendaraan, Dedi juga menyinggung keterbatasan akses air bersih bagi warga sekitar meski kawasan tersebut memiliki sumber air melimpah. “Di sini sumber airnya banyak, orang sini teu boga cai (tidak punya air), caina diangkutan (airnya diangkut). Enggak, saya bercanda,” katanya sambil tersenyum.
Gubernur Jabar itu pun mengaku terkejut mengetahui bahwa sumber air Aqua berasal dari empat sumur dengan kedalaman lebih dari 100 meter. “Dulu pemahaman saya sumbernya adalah air permukaan,” ungkapnya.
Hingga saat ini, video tersebut ditonton lebih dari 1.188.771 kali.***









