• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Transformasi Digital Indonesia Berpotensi Semakin Senjang

Anggaran Komdigi 2026 sebesar Rp8 triliun terlalu kecil dan berisiko menghambat digitalisasi, pembangunan Pusat Data Nasional, serta pengembangan AI.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
16 September 2025
Anggaran Komdigi 2026 sebesar Rp8 triliun terlalu kecil dan berisiko menghambat digitalisasi, pembangunan Pusat Data Nasional, serta pengembangan AI.

Tower Telkomsel di Desa Pungkat, Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil, Riau | Foto: Bertuahpos / Melba Ferry Fadly.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Alokasi anggaran Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebesar Rp8 triliun pada tahun 2026 akan berdampak besar terhadap masa depan digitalisasi di Indonesia, yang mungkin akan semakin senjang, kata Pengamat telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi.

Menurutnya, besaran anggaran ini jauh lebih kecil dari kebutuhan riil, karena sebelumnya Komdigi sempat mengusulkan tambahan Rp12,6 triliun sehingga total kebutuhan seharusnya mencapai Rp20,3 triliun.

Keterbatasan anggaran akan membuat sejumlah program strategis seperti penyediaan internet di wilayah terpencil, pembangunan Pusat Data Nasional (PDN), serta pengembangan kecerdasan buatan (AI) berisiko tertunda.

“Kesenjangan digital, khususnya di wilayah Indonesia Timur, berpotensi melebar dan menurunkan daya saing ekonomi digital Indonesia di kawasan ASEAN,” ujarnya, dilansir dari Bisnis.com, Selasa, 16 September 2025.

Dia juga mengingatkan transformasi layanan publik, seperti aplikasi pelayanan terpadu, bisa melambat sehingga mempengaruhi efisiensi birokrasi. Startup lokal pun dikhawatirkan sulit berkembang tanpa dukungan infrastruktur yang memadai.

“Dengan anggaran terbatas, fokus mungkin bergeser pada pemeliharaan sistem yang ada ketimbang ekspansi ambisius,” kata Heru.

Meski begitu, Heru menilai kolaborasi dengan sektor swasta dapat menjadi solusi menjaga momentum digitalisasi. Namun, ia tetap khawatir absennya dukungan anggaran besar menunjukkan kurangnya komitmen politik dalam menjadikan digitalisasi sebagai pilar pertumbuhan jangka panjang.

“Negara lain seperti Singapura dan Korea Selatan menggelontorkan miliaran dolar untuk sektor digital, sementara Indonesia justru berisiko kehilangan momentum menuju Indonesia Emas 2045,” paparnya.

Heru menegaskan, ekonomi digital Indonesia saat ini baru menyumbang 4% hingga 5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Tanpa dukungan anggaran yang signifikan, sulit mencapai target ambisius 8 persen kontribusi digital terhadap PDB.

“Jika sektor digital diabaikan, efisiensi, inovasi, dan daya saing akan terancam,” tambahnya.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan pihaknya akan patuh pada keputusan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang menetapkan anggaran Komdigi 2026 sebesar Rp8 triliun.

Dia menegaskan kementerian akan menata ulang prioritas program agar tetap selaras dengan Asta Cita Presiden dan quick wins Komdigi, mulai dari pembangunan infrastruktur digital, pengawasan ruang digital aman, hingga komunikasi publik yang mendukung ekosistem startup.

Berdasarkan Buku II Nota Keuangan RAPBN 2026, pagu definitif Komdigi ditetapkan Rp8,08 triliun, lebih rendah dibanding outlook anggaran 2025 yang mencapai Rp9,52 triliun. Kondisi ini membuat pemerintah dituntut lebih selektif dalam menentukan program prioritas agar transformasi digital tidak terhambat.***

Tags: Analisadigitalisasipemerintahan
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Naik Rp214,7 Miliar, APBD Perubahan Pekanbaru 2026 Jadi Rp3,2 Triliun
Ekonomi

APBDP Riau 2026 Diprioritaskan untuk Utang Tunda Bayar dan Infrastruktur

...

Read moreDetails
APBD Perubahan 2026 Tunggu Evaluasi Kemendagri

APBD Perubahan 2026 Tunggu Evaluasi Kemendagri

Petugas Disulitkan dengan Kendala Ini saat Atasi Karhutla Kerumutan

Petugas Disulitkan dengan Kendala Ini saat Atasi Karhutla Kerumutan

Pemprov Riau Perkuat Upaya Pengendalian Karhutla di Kerumutan

Pemprov Riau Perkuat Upaya Pengendalian Karhutla di Kerumutan

Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus USD5.000 Sebelum Akhir 2026

Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus USD5.000 Sebelum Akhir 2026

Purbaya Pertanyakan Urgensi DKI Jakarta Akan Terbitkan Obligasi Daerah

Naik hingga Rp373, Utang Pemerintah Tembus Rp10.293 Triliun

Next Post
Bank Sentral ‘Berburu Emas’ Tanda-tanda Kondisi Finansial Makin Goyah?

Bank Sentral ‘Berburu Emas’ Tanda-tanda Kondisi Finansial Makin Goyah?

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.