BERTUAHPOS — Bank Sentral Polandia (NBP) memutuskan untuk meningkatkan porsi emas dalam cadangan devisanya hingga 30%. Langkah ini diambil untuk memperkuat keamanan keuangan di tengah gejolak global dan ketidakpastian pasar.
Dilansir dari Investor.id, Gubernur NBP, Adam Glapinski, menegaskan bahwa emas menjadi aset paling aman di tengah pencarian tatanan keuangan baru dunia. “Di masa sulit akibat gejolak global, emas adalah satu-satunya investasi aman untuk cadangan devisa negara,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin, 15 September 2025.
NBP saat ini memiliki lebih dari 515 ton emas, yang setara dengan 22% dari total cadangan devisa resmi. Jika target 30% tercapai, porsi kepemilikan emas dalam cadangan devisa Polandia akan meningkat signifikan. Total cadangan devisa negara itu kini mencapai lebih dari 953 miliar zloty atau sekitar US$ 261 miliar.
Sejak pecahnya konflik Rusia-Ukraina pada Februari 2022, Polandia memang terus menambah pembelian emas. Glapinski sebelumnya juga sudah mengindikasikan akan mengajukan mosi kepada dewan manajemen bank sentral untuk meningkatkan target kepemilikan emas.
Fenomena pembelian emas ini tidak hanya terjadi di Polandia. Bank Sentral China (People’s Bank of China/PBOC) juga melanjutkan aksi belinya pada Agustus 2025 dengan tambahan dua ton emas. Akumulasi pembelian PBOC sudah berlangsung sepuluh bulan berturut-turut sejak November 2024 dengan total 1,22 juta troy ons.
Cadangan emas resmi China kini mencapai 2.302 ton. Meski demikian, porsinya masih relatif kecil, yaitu kurang dari 7% dari total cadangan devisa negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Tren peningkatan kepemilikan emas oleh bank-bank sentral global dipandang sebagai strategi untuk mengamankan cadangan devisa dari risiko volatilitas pasar dan tekanan geopolitik.***









