BERTUAHPOS – Di tengah perkembangan zaman, ide bisnis kreatif terus bermunculan. Salah satunya datang dari Siti Umairoh 25 Tahun, wanita muda asal Tarai Bangun, Kabupaten Kampar. Ia sukses menjalankan usaha unik berupa jasa titip belanja di pasar serta ojek khusus untuk anak sekolah dan perempuan.
Usaha ini berawal dari masa pandemi Covid-19. Kala itu, banyak warga enggan ke pasar karena khawatir terpapar virus. Dari pengalaman sering dimintai tolong belanja kebutuhan, Siti melihat peluang besar untuk membuka jasa titip pasar. “Awalnya hanya bantu tetangga. Lama-lama makin banyak yang minta, dari situ saya berpikir untuk menjadikannya usaha,” ujarnya kepada Bertuahpos, Selasa, 2 September 2025.
Siti kemudian memperluas layanannya dengan menghadirkan ojek khusus muslimah dan anak sekolah. Menurutnya, masih banyak perempuan merasa tidak nyaman berboncengan dengan pengemudi laki-laki yang bukan muhrim. “Kalau ada ojek wanita, mereka bisa lebih tenang. Anak-anak juga lebih aman diantar,” jelasnya.
Fokus wilayah layanan Siti hanya di sekitar Kota Pekanbaru dan khusus untuk Kabupaten Kampar terbatas di Tarai Bangun dan sekitarnya. Dengan pembatasan area, ia bisa memastikan layanan lebih efektif dan pengantaran tepat waktu. “Saya tidak mau pelanggan kecewa karena telat. Makanya saya batasi area agar lebih fokus,” tambahnya.
Promosi usahanya dilakukan lewat media sosial. Melalui Instagram @Aufkurir, TikTok Palugada.by.umai, serta WhatsApp 082386296149, Siti rutin membagikan flyer hingga dokumentasi aktivitasnya. Cara ini membuat jasanya cepat dikenal masyarakat luas.
Layanan titip belanja pasar menjadi yang paling diminati pelanggan. Siti dikenal jeli memilih barang segar dan berkualitas. Bahkan, ia menambahkan layanan ekstra dengan membersihkan bahan belanjaan sebelum dikirim. “Kalau sudah bersih, pelanggan tinggal masak. Mereka senang karena lebih praktis,” tuturnya.
Meski usahanya berkembang, Siti tidak menutup mata dengan tantangan yang dihadapi. Ia harus mengatur biaya operasional agar harga tetap terjangkau, sementara pengiriman harus dilakukan tepat waktu. “Manajemen biaya dan waktu itu kunci. Kalau dua ini tidak dikuasai, usaha bisa goyah,” ungkapnya.
Keberadaan usaha Siti mendapat respon positif dari masyarakat. Banyak warga yang merasa terbantu dengan jasanya, terutama ibu rumah tangga yang sibuk dan pelajar yang membutuhkan transportasi aman. “Alhamdulillah, banyak yang berterima kasih karena merasa lebih nyaman dan terbantu,” kata Siti.
Dengan kerja keras dan inovasi, Siti Umairoh berhasil membuktikan bahwa peluang usaha bisa lahir dari kebutuhan sehari-hari. Ia menjadi contoh nyata bahwa anak muda bisa sukses dengan keberanian mencoba dan konsistensi menjalani usaha. “Bagi saya, semua usaha halal itu mulia. Selagi bisa bermanfaat untuk orang lain, kenapa tidak dicoba,” tutupnya.***









