• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pemerintah Naikkan Pungutan Ekspor CPO Jadi 10% Demi B40, Ini yang Dikhawatirkan

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
24 Desember 2024
tata niaga sawit, petani sawit bermitra

Pergubri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Tata Niaga TBS Produksi Pekebun sawit Riau, akan menjadi “juru selamat” sebagai pelindung bagi petani sawit/FOTO: Melba_Bertuahpos. 

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Rencana pemerintah menaikan biaya pungutan ekspor Crude Palm Oil/CPO, sepertinya sudah tidak bisa ditawar. Dari 7,5% menjadi 10% di tahun 2025. Tujuannya untuk mendukung program mandatori biodiesel B40.

Namun, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) meyakini kebijakan ini akan membuahkan sederet dampak negatif. Peneliti Indef, Dhenny Yuartha, mengatakan kebijakan ini cukup kontraproduktif. Terutama terhadap daya saing CPO dalam negeri dan turunannya.

“Struktur pasar CPO dalam negeri yang monopsoni dan adanya pajak ekspor menyebabkan produsen menghadapi opportunity cost, baik untuk ekspor maupun pengolahan CPO menjadi biofuel,” jelasnya, pada Selasa, 24 Desember 2024, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.

Dia menelaah setidaknya ada enam dampak negatif yang akan terjadi:

  1. Subsidi Tidak Efisien

Subsidi biodiesel melalui dana PE yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dianggap tidak efisien karena lebih banyak menguntungkan produsen besar CPO.

  1. Inefisiensi Keekonomian

Perusahaan-perusahaan dalam program biodiesel, termasuk B40, memperoleh keuntungan besar dari subsidi.

“Makin besar kapasitas produksi, makin besar pula surplus produsen melalui subsidi biodiesel,” ungkap Dhenny.

  1. Distorsi Perdagangan

Kebijakan ini berpotensi mengurangi ekspor CPO akibat peningkatan impor barang modal untuk pabrik biodiesel dan alat pendukungnya. 

Selain itu, Dhenny memperingatkan bahwa biodiesel tidak mampu menggantikan peran ekspor CPO dalam jangka panjang karena pasar besar seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa cenderung mengurangi permintaan biodiesel.

  1. Distorsi Subsidi Energi

Meskipun mengurangi subsidi APBN untuk solar, biodiesel membutuhkan insentif tambahan.

Jika harga indeks pasar (HIP) biodiesel lebih tinggi dari HIP solar, beban insentif BPDPKS dapat meningkat, sehingga menjadi risiko jika penerimaan BPDPKS tidak mencukupi.

  1. Dampak Sosial dan Lingkungan

Subsidi biodiesel mengurangi dana untuk meningkatkan produktivitas sawit berkelanjutan.

Dalam jangka panjang, agresivitas biodiesel dapat membebani lahan sawit yang terbatas dan mengancam keberlanjutan lingkungan.

  1. Distorsi Produk Pangan

Peningkatan konsumsi CPO untuk biodiesel mulai melampaui kebutuhan untuk pangan, seperti minyak goreng, sehingga memengaruhi pasokan dan harga di pasar domestik.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor CPO pada November 2024 mencapai USD2,09 miliar, turun 11,76% secara bulanan meskipun naik 2,24% secara tahunan.

Gapki melaporkan volume ekspor CPO Januari–September 2024 hanya mencapai 2,16 juta ton, menurun dari 2,38 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.***

Tags: cpoindustri
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga TBS Mitra Swadaya Riau Turun jadi Rp3.603,92/Kg
Ekonomi

Harga TBS Mitra Swadaya Riau Turun jadi Rp3.603,92/Kg

...

Read moreDetails
Program Prabowo yang Satu Ini Ancam Ekspor Minyak Sawit Indonesia pada 2027

Cek Harga TBS Mitra Plasma Riau Pekan Ini

Program Prabowo yang Satu Ini Ancam Ekspor Minyak Sawit Indonesia pada 2027

Program Prabowo yang Satu Ini Ancam Ekspor Minyak Sawit Indonesia pada 2027

Harga Kontrak CPO Malaysia Kompak Turun, Berikut Proyeksi Harga Pekan Ini

Harga Kontrak CPO Malaysia Kompak Turun, Berikut Proyeksi Harga Pekan Ini

Harga TBS Swadaya di Riau Naik, Harga Tertingginya Segini. Harga CPO

Harga TBS Kelapa Sawit Plasma di Riau Juga Turun, Cek Selengkapnya di Sini

Ekspor Nonmigas Riau Tumbuh 8,14 Persen. Harga TBS Sawit Riau

Harga TBS Sawit Riau Turun, Umur 9 Tahun Jadi Rp3.912,24 per Kg

Next Post
PGN Jaga Penyaluran Gas Bumi 853 BBTUD Selama Nataru

PGN Jaga Penyaluran Gas Bumi 853 BBTUD Selama Nataru

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.