• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Polemik Penetapan UMP 2025, Apindo Kecewa dan Dorong Sistem Pengupahan Bipartit

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
29 November 2024
Polemik UMP

Ilustrasi pekerja

Share on FacebookShare on Twitter

Polemik UMP yang berlarut-larut dinilai tidak hanya menghambat investasi, tetapi juga menciptakan ketidakpastian bagi dunia usaha dan pekerja.

BERTUAHPOS.COM — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kecewa dengan proses penetapan upah minimum provinsi (UMP) 2025. Hingga kini belum mencapai kesepakatan apapun.

Menurut Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, polemik ini semakin rumit setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja (Ciptaker).

Namun, Bob sudah menyampaikan kekecewaan itu kepada Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. “Kami sudah bertemu Pak Menteri,” katanya.

Kepada Yassierli, Bob bercerita tentang kekecewaan Apindo atas proses penetapan upah minimum yang berlangsung selama lebih dari 13 tahun. Ibarat kata, polemik yang terjadi seperti anak sekolah yang sudah masuk SMP. “Tapi masalah upah minimum belum juga selesai.”

Perdebatan terkait UMP telah berlangsung sejak 2011 dan terus berulang setiap tahun. Kondisi ini,  membuat investor bingung dengan kebijakan pengupahan di Indonesia.

Kata Bob, setelah Undang-Undang Ciptaker selesai, capital inflow mulai masuk. Tapi kemudian terganjal lagi karena polemik ini.

“Saya merasa ada upaya untuk memecah pengusaha dan buruh. Bahkan, saya curiga ada campur tangan asing yang tidak ingin kita menjadi kekuatan ekonomi dan industri di kawasan selatan,” kata Bob.

Menurutnya, Indonesia telah kehilangan tiga peluang besar untuk menarik investasi akibat permasalahan UMP. Ia menambahkan, “Kami sudah sampaikan kepada Menteri Tenaga Kerja bahwa kami kecewa karena persoalan ini terus berulang.”

Sebagai solusi, Apindo ingin mendorong penerapan sistem pengupahan bipartit, di mana upah ditentukan secara langsung antara perusahaan dan serikat pekerja di masing-masing tempat kerja.

“Kami ingin sistem pengupahan bipartit, karena perusahaan dan serikat pekerja adalah pihak yang paling memahami kondisi perusahaan. Dengan begitu, keputusan upah lebih adil dan sesuai dengan kemampuan masing-masing,” tegas Bob.

Polemik UMP yang berlarut-larut dinilai Apindo tidak hanya menghambat investasi, tetapi juga menciptakan ketidakpastian bagi dunia usaha dan pekerja. Bob berharap sistem bipartit dapat menjadi solusi yang lebih efektif untuk mengatasi masalah ini.***

Tags: bisnisUMP
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Proses produksi oleh-oleh khas Riau keripik kulit ikan patin Melayu Crackers (Malakers) | Foto: Bertuahpos / Melba.
Berita Pilihan

Kisah di Balik Kriuknya Melayu Crackers, Kulit Ikan Patin Berstranformasi Menjadi Oleh oleh Premium

...

Read moreDetails
Garuda Indonesia-Pelita Air Masih Bahas Rencana Konsolidasi

Garuda Indonesia-Pelita Air Masih Bahas Rencana Konsolidasi

Danantara Gabung KSSK untuk Perkuat Investasi, Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi

Danantara Gabung KSSK untuk Perkuat Investasi, Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi

Pemprov Riau Dorong ASN Kelola Usaha Budidaya Ayam Petelur Skala Kecil

Pemprov Riau Dorong ASN Kelola Usaha Budidaya Ayam Petelur Skala Kecil

Laba Hutama Karya Lampaui Target, Kontrak Baru Naik 22 Persen

Laba Hutama Karya Lampaui Target, Kontrak Baru Naik 22 Persen

Proyek Mixed-Use Australia Senilai Rp25 Triliun Siap Digarap

Proyek Mixed-Use Australia Senilai Rp25 Triliun Siap Digarap

Next Post
Harga 1 Gram Emas Antam Melesat Hingga Rp12 Ribu

Harga 1 Gram Emas Antam di Pekanbaru Turun Rp5 Ribu, yang Jual Kembali Masih Tetap Untung

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.