• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pemilu 2024 Telan Ratusan Korban Jiwa Petugas? Serangan Jantung jadi Penyebab Terbanyak

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
13 Maret 2024
Pemilu 2024 Telan Ratusan Korban Jiwa Petugas? Serangan Jantung jadi Penyebab Terbanyak

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia hingga 11 Maret 2024 tercatat ada 135 petugas Pemilu meninggal dunia.

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mendominasi dengan 72 kasus kematian. Sedangkan untuk kelompok Linmas, tercatat ada 29 kasus.

Korban jiwa juga terjadi pada kelompok petugas lainnya sebanyak 11 kasus, lalu saksi sebanyak 10 kasus, Bawaslu dengan enam kasus, Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS) lima kasus, hingga panitia pemilihan kecamatan dengan dua kasus.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, penyakit jantung menjadi penyebab kematian terbanyak dengan 37 orang.

“Sebanyak 18 orang meninggal tanpa diketahui pemicunya, sementara 13 kasus mengalami septic shock,” katanya.

Di antara penyakit tidak menular lainnya yang menjadi pemicu kondisi fatal termasuk hipertensi (sembilan kasus), penyakit serebrovaskular (sembilan kasus), acute respiratory distress syndrome (tujuh kasus).

Lalu diabetes mellitus (lima kasus), penyakit ginjal kronik (tiga kasus), kegagalan multi organ (tiga kasus), sudden cardiac death (dua kasus).

Sedangkan dehidrasi (dua kasus), asma (satu kasus), sesak napas (satu kasus), kanker (satu kasus), dan multi organ failure infeksius (satu kasus).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menyoroti intensitas kerja petugas Pemilu 2024.

Selain faktor komorbid atau penyakit bawaan, ia menekankan perlunya perbaikan dalam proses kerja petugas pemilu ke depan.

“Saya lihat banyak sekali hal yang harus dibenahi selama pemilu ini, walaupun ini sudah berupa perbaikan dari Pemilu sebelumnya,” ucapnya.***

Tags: Berita politikKasus kematianPemilu
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Putusan MK Soal Pemisahan Pemilu Dinilai Tepat, Trust Indonesia: Kualitas Legislatif Bisa Lebih Baik
Berita Pilihan

Putusan MK Soal Pemisahan Pemilu Dinilai Tepat, Trust Indonesia: Kualitas Legislatif Bisa Lebih Baik

...

Read moreDetails
Gubernur Riau Abdul Wahid Akui “Ada Situasi Politik yang Tidak Menguntungkan Saat Ini”

Gubernur Riau Abdul Wahid Akui “Ada Situasi Politik yang Tidak Menguntungkan Saat Ini”

Dihadiri Gubri dan Kapolda, DPD PDIP Gelar Halal Bihalal dan Pesta Rakyat, Ini Pesan Zukri

Dihadiri Gubri dan Kapolda, DPD PDIP Gelar Halal Bihalal dan Pesta Rakyat, Ini Pesan Zukri

PDIP Tetap di Luar Pemerintahan, Gerindra: Megawati Siap Dukung dari Luar

PDIP Tetap di Luar Pemerintahan, Gerindra: Megawati Siap Dukung dari Luar

Pj Wali Kota Pekanbaru, Roni Rakhmat, mengatakan ada potensi pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru dilakukan lebih cepat.

Ada Potensi Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru Terpilih Lebih Cepat

Rencana Tatap Muka Megawati dengan Presiden Prabowo untuk Barter Kasus Hasto? Ini Kata PDIP

Rencana Tatap Muka Megawati dengan Presiden Prabowo untuk Barter Kasus Hasto? Ini Kata PDIP

Next Post
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto, menggema seruan tegas untuk memboikot kurma Israel sebagai bentuk protes terhadap penindasan yang terus terjadi di Palestina. "Produk-produk yang diboikot bermacam-macam mulai dari makanan, minuman, dan lain-lain. MUI telah mengeluarkan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina," tegas Prof Sudarnoto, dikutip dari laman resmi MUI. Prof Sudarnoto menegaskan, aksi boikot bukan hanya sebagai bentuk penolakan, tetapi juga merupakan tindakan tekanan yang signifikan terhadap Israel. "Karena hasil penjualan, pasti diberikan manfaatnya bagi Israel. Karena ini dengan boikot, maka kita bisa memperlemah ekonomi Israel agar tidak menyerang-nyerang lagi," tambahnya. Lebih lanjut, Prof Sudarnoto menegaskan bahwa MUI tidak pernah menyusun daftar produk secara spesifik untuk diboikot, melainkan menekankan prinsip-prinsip dasar dalam aksi solidaritas. Namun, berdasarkan berbagai sumber, berikut daftar merek produk kurma yang dihasilkan oleh industri Israel yang bisa menjadi target boikot: Star dates NavaFresh Delila Rapunzel Urban Platter Jordan Plains Jordan River Red Sea Anna and Sarah Food to Live Kalahari Premium Medjoul King Solomon Tamara Barhi Hadiklaim Sincerely Nuts Mehadrin Carmel Karsten Farm Royal Treasure Shams.

MUI Ajak Boikot Kurma Asal Israel, Ini Merk Dagangnya

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.