• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

2023 Jadi Tahun Terburuk, Mengapa Dunia Begitu Khawatir dengan Perubahan Iklim Saat Ini?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
18 Februari 2024
perubahan iklim

2023 Jadi Tahun Terburuk, Mengapa Dunia Begitu Khawatir dengan Perubahan Iklim Saat Ini?

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Dampak perubahan iklim yang melanda Bumi semakin mengkhawatirkan. Hal tersebut tidak hanya menjadi ancaman bagi Indonesia, namun juga bagi seluruh komunitas internasional.

Badan Meteorologi Dunia (WMO) baru saja mengatakan 2023 tercatat sebagai tahun terpanas sepanjang pengamatan instrumental. Anomali suhu rata-rata global mencapai 1,40 derajat Celcius di atas zaman pra industri.

Angka ini, nyaris menyentuh batas yang disepakati dalam Paris Agreement tahun 2015 bahwa dunia harus menahan laju pemanasan global pada angka 1,5 derajat Celcius, kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Rekor Suhu Harian Tertinggi dan Bencana Heat Wave Ekstrem Memperingatkan Bahaya Perubahan Iklim Global

Tahun 2023 mencatatkan rekor baru dalam sejarah suhu global harian, membawa dampak serius berupa heat wave ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Asia dan Eropa.

Fenomena ini menjadi sorotan utama karena mencerminkan konsekuensi nyata dari perubahan iklim global yang semakin tidak terbendung.

Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, yang diakibatkan oleh kegiatan pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan praktik industri tidak berkelanjutan, diidentifikasi sebagai pemicu utama dari gejala ini.

Badan Meteorologi Dunia (WMO) mencatat bahwa tahun 2023 mencatatkan suhu harian tertinggi dalam sejarah pemantauan instrumental, dengan anomali mencapai 1,40 derajat Celcius di atas era pra-industri.

Dwikorita menegaskan, bahwa rekor iklim ini bukan kejadian acak, melainkan tanda nyata dari pola perubahan iklim yang semakin mendalam. 

“Kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa perubahan iklim sudah di depan mata kita, dan ini membutuhkan respons bersama dari seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya dalam keterangan tertulis.

Dalam menghadapi tantangan ini, dia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah, sektor swasta, akademisi, media, LSM, dan komponen masyarakat lainnya.

Langkah bersama ini diharapkan dapat menjadi fondasi untuk mengatasi dampak masalah ini, yang semakin mengkhawatirkan dan melindungi keberlanjutan Bumi bagi generasi mendatang.

Perubahan Iklim, Tanggung Jawab Bersama untuk Keberlanjutan Bumi

Ardhasena Sopaheluwakan, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, menyoroti dampak besar perubahan iklim terhadap Bumi dan seluruh makhluk hidup di dalamnya.

Dengan tegas, ia menyampaikan bahwa sektor pertanian, yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan suatu negara, berpotensi mengalami dampak yang sangat signifikan.

“Ini adalah masalah bersama yang tidak bisa diabaikan. Kita perlu bersatu dan secara berkelanjutan mengambil langkah-langkah untuk menahan perubahan ini dan mengurangi dampaknya,” ujarnya.

Dalam konteks ini, pemahaman bahwa perubahan iklim bukanlah isu terpisah, melainkan tantangan global yang membutuhkan partisipasi dari seluruh komponen masyarakat, menjadi fokus utama.

Upaya bersama dalam menanggapi masalah ini, diharapkan dapat membuka jalan menuju keberlanjutan dan melindungi sumber daya alam bagi generasi mendatang.***

Tags: iklim duniaInternasionallingkungan
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan
Berita Pilihan

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

...

Read moreDetails
Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Next Post
pilkada riau

Pilkada Riau 2024 akan Dorong Pergerakan Ekonomi Daerah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.