• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

PKS Kritik Pembangunan Ibukota Negara Baru di Kalbar yang Dilanda Banjir

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
17 November 2021
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengkritik pemerintah terkait proses pembangunan Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Barat yang mengebang hutan sehingga menyebabkan banjir dan air lama surut.

Salah satunya di wilayah Sintang, Kalbar, yang sudah empat minggu terendam banjir. Sintang kini menjadi sorotan publik termasuk penggiat lingkungan seperti Greenpeace. 

Mardani Ali Sera melalui akun Twitternya menyebut bahwa kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia saat ini, isu deforestasi menjadi salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab banjir tersebut.

“Kerusakan alam akibat deforestasi membuat banjir makin memprihatinkan, meluas dan lama surut, yg terdampak merata,” kata Mardani Ali Sera dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Twitter miliknya.

Selain isu deforestasi yang disorot Mardanni Ali Sera, dia juga mengkritik pemerintah soal pembangunan ibu kota baru Indonesia. Pemerintah berencana memindahkan ibu kota Indonesia dari Jakarta menuju ke Penajam, Kalimantan Timur.

Meskipun bencana banjir berada di provinsi yang berbeda, tetapi dengan pembangunan ibu kota baru akan membuat pemerintah harus membuka lahan dan diantaranya termasuk hutan-hutan di Kalimantan. “Kalimantan perlu segera mendapat perhatian serius, lalu stop isu ibukota baru,” ujar Mardani.

Pembangunan ibu kota baru Indonesia menjadi polemik, pasalnya dengan pemindahan dari Jakarta ke Penajam akan membuat tanah air menggelontorkan uang yang banyak. Selain itu, perkara politik, budaya, kekayaan milik negara, dan faktor lainnya juga menjadi hal yang diperdebatkan dalam rencana tersebut. (bpc2)

Tags: bajir ibu kota negara baruBanjir sintanglaju deforestasi
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Foto: Instagram/@jokowi
Berita

Sudah 4 Minggu, Jokowi Belum akan Lihat Banjir Sintang

...

Read moreDetails

Sempat Disindir Fadli Zon, Jokowi Belum akan Lihat Banjir Sintang

Jokowi Resmikan Sirkuit Mandalika, Fadli Zon: Kapan ke Sintang, Tiga Minggu Banjir Belum Surut

Next Post
Iyeth Bustami

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Unri Melebar, DPRD Riau: Hormati Proses Hukum

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.