• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Membantah Mitos-mitos Soal Investasi Saham

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
18 Januari 2021
mitos investasi saham

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Mitos itu hal yang lumrah bagi masyarakat Indonesia. Tidak hanya dalam lingkaran gaib, soal investasi saham juga di-mitos-kan. 

Beberapa hal tentang investasi saham yang sejak dulu dikenal oleh masyarakat awam, juga masih berkembang hingga kini. Kita mungkin sudah sering mendengar istilah, “Saham sama dengan judi.” Atau mungkin, “Beli saham perlu modal besar.” Dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Merangkum dari berbagai sumber, beberapa persepsi tentang saham itu adalah mitos. Kita lihat bagaimana fakta yang sesungguhnya.

Mitos: Saham Sama dengan Judi – Faktanya pergerakan harga saham dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat diprediksi, salah satunya adalah kinerja dari perusahaan tersebut (emiten). 

Selain itu, untuk mengetahui perusahaan mana yang berkinerja baik, investor bukan sembarang menebak, tapi perlu melakukan analisis. 

Pada investasi saham ada dua macam analisis yang dasar digunakan. Adalah analisis fundamental dan teknikal.

MUI melalui fatwa No.40/DSN-MUI/X/2002 tentang Pasar Modal menyatakan bahwa saham adalah produk surat berharga dengan kepemilikan akad yang jelas. Maka terbantahlah kalau saham itu judi.

Mitos: Investasi Saham Butuh Modal Besar – Faktanya Rp100.000 sudah bisa berinvestasi. Harga satu lembar saham sangat bervariasi sesuai dengan nilai perusahaan tersebut. Dengan menggunakan valuasi, kita bisa mengetahui saham mana yang murah atau mahal.

Kalau kita tidak punya cukup dana untuk membeli saham-saham harga mahal, maka kita bisa berinvestasi dulu di saham dengan harga murah.

Untuk membeli saham terdapat satuannya yaitu lot, dahulu memang 1 lot berisi 500 lembar saham tapi kini mengalami pengurangan di mana 1 lot sama dengan 100 lembar saham. 

Dengan pengurangan jumlah lembar saham dalam satu lot, maka membuat investasi saham jadi lebih terjangkau. Modal dana relatif tidak terlalu besar. 

Hal yang perlu diingat adalah, berinvestasi di saham tidak hanya butuh uang yang banyak, tapi perlu pengetahuan dan keahlian (skills) yang banyak. Modali dulu pengetahuan, sambil jalan asahlah kemampuan.

Mitos: Investasi Saham itu Sulit – Faktanya, orang yang baru saja terjun sebagai investor pemula sudah bisa langsung transaksi, kok.

Apabila kita sudah membekali diri dengan pengetahuan yang luas tentang dua jenis analisis saham [fundamental dan teknikal], investasi saham menjadi mudah. 

Analisis fundamental adalah untuk menentukan apakah kinerja perusahaan tersebut baik atau buruk, sementara analisis teknikal adalah untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk eksekusi. 

Kunci utama dalam berinvestasi saham adalah dengan memahami seluk beluk perusahaan yang kita tuju.  

Coba kenali perusahaan yang sahamnya mau kita beli, misalnya melalui berita-berita di media massa. 

Hal ini sudah menjadi  salah satu langkah dalam menganalisis fundamental perusahaan. Jika sudah kenal bisnis dan kinerja dari perusahaan yang kita tuju, waktunya untuk mengenal kapan waktu yang tepat untuk beli dan jualnya dengan menggunakan analisis teknikal. 

Mitos: Saham adalah Investasi Bodong – Faktanya ada banyak orang kaya raya karena mereka berinvestasi di saham.

Investasi saham dilakukan melalui perantara yaitu perusahaan efek, seperti Mandiri Sekuritas, dimana perusahaan tersebut terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Adanya lembaga hukum yang jelas mendukung investasi ini membuat saham bukan termasuk investasi bodong.

Dengan adanya lembaga hukum yang jelas, maka berbagai potensi kecurangan, penipuan, atau manipulasi yang bisa merugikan investor akan ditekan seminimal mungkin. 

Sebagai investor memang harus selalu berhati-hati. Pilih perusahaan efek sekuritas yang terpercaya dengan melihat track record atau kekuatan keuangannya selama ini dan bisnisnya, serta lembaga-lembaga lain yang mendukungnya yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. 

“Sederhananya begini, sebelum berinvestasi pastikan legal, dan logis,” kata Kepala OJK Riau Yusri, dalam sebuah diskusi bersama Bertuahpos.com, beberapa wakutu lalu.

Penting bagi kita sebagai investor untuk memastikan uang yang akan kita investasikan benar-benar dikelola oleh perusahaan legal. Lalu perhatikan imbal hasil yang ditawarkan. 

Jika keuntungannya 20%, 30%, sampai 50% dalam waktu sekejap, “Logis nggak,” ujar Yusri. Untuk menjadi kaya itu memang tidak mudah, tapi juga tidak sulit asal kita membekali diri dengan pengetahuan dan skill.

Mungkin masih banyak lagi mitos-mitos lain tentang investasi saham yang belum pernah kita dengar. Namun terlepas dari semua itu, akan menjadi apa kita di masa depan [dari sisi financial] tergantung dari keputusan kita saat ini. 

Sadar atau tidak, kita tak pernah ragu untuk mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah hanya untuk duduk ngopi, membeli kebutuhan dapur dan pakaian, bahkan untuk membeli rokok. Lantas kenapa kita ragu untuk membeli saham di perusahan yang memproduksi itu? Silahkan tentukan pilihan Anda.

(bpc2)

Tags: cara aman investasi sahamcara investasi sahaminvestasi sahammotos sahampersepsi sahamsahamsaham adalah
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Dirut Baru BEI Andalkan Strategi Transparansi dan Tata Kelola yang Baik
Ekonomi

6 Saham Berpotensi Beri Dividen di Atas 10% saat Pasar Terkoreksi

...

Read moreDetails
Menakar Risiko dan Untung, Inilah Prinsip Dasar Trading Saham yang Wajib Diketahui

Menakar Risiko dan Untung, Inilah Prinsip Dasar Trading Saham yang Wajib Diketahui

Sektor Tambang Pimpin Reli, IHSG Dibuka Menguat

Sektor Tambang Pimpin Reli, IHSG Dibuka Menguat

saham tech investor generasi z. IHSG Anjlok 4,55% dalam Sepekan

IHSG Melemah ke 6.026, Stable Outlook S&P Buka Peluang Reli ke 6.150

saham tech investor generasi z. IHSG Anjlok 4,55% dalam Sepekan

IHSG Anjlok 4,55% dalam Sepekan, Transaksi Harian Merosot Terseret Sentimen AI dan Koreksi Komoditas Logam

BEI Perketat Pengawasan Saham Gorengan

BEI Perketat Pengawasan Saham Gorengan

Next Post

Puluhan Sekolah Rusak Akibat Gempa di Sulbar

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.