• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Adian Napitupulu Sindir Pernyataan Erick Thohir: 53 Dugaan Korupsi BUMN, Mana?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
24 Juli 2020
Adian Napitupulu

Adian Napitupulu.

107
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Politisi PDIP Adian Napitupulu mengungkapkan nada berisi sindiran ke Menteri BUMN Erick Thohir. Bentuk sindiran itu saat dia menanggapi pernyataan Erick Thohir yang menyebutkan bahwa ada 53 BUMN diduga terindikasi korupsi.

“Menteri bilang 53 terindikasi korupsi, mana? Bawa dong ke KPK. Menteri BUMN tak punya wewenang (mengusut itu),” ucapnya, dalam program ‘Bincang Santai dengan Adian Napitupulu’ yang tayang di YouTube.

Pentolan aktivis ’98 itu sebelumnya menyindir sebuah kasus yang pernah diungkap saat Erick Thohir baru saja menjabat sebagai Menteri BUMN. Ketika ditanyakan apakah dirinya ingin Erick masuk dalam daftar resaffle Presiden Jokowi?.

“Dulu ramai-ramai soal Harley Davidson, sekarang mana kasusnya? Apakah hal-hal seperti ini kemudian menjadi acuan untuk mereshuffle, itu bukan urusan saya, itu urusan presiden,” ujar.

Adian juga menyindir sikap Kementerian BUMN yang malah menerbitkan logo baru, tak berapa lama setelah presiden marah-marah soal rasa yang tak sama dengan menteri beberapa waktu lalu.

Padahal, kondisinya presiden marah karena banyak kementerian tak menunjukkan performa yang baik dalam penyerapan anggaran. Sementara di sisi lain, rakyat sangat membutuhkan kebijakan yang cepat, untuk mengatasi krisis yang ada.

“Menteri BUMN malah buat logo baru. Pertanyaannya, apa hubungan logo dengan kelaparan rakyat, utang dan lain-lain? Apakah ini bisa direshuffle? Ya presiden yang tahu,” ucapnya.

Indonesian Ibarat Sebuah Jalan

Adian kemudian mengistilahkan kondisi Indonesia saat ini ibarat sebuah jalanan. Akibat pandemi COVID-19, Indonesia terpuruk, dan membutuhkan para pengambil kebijakan yang mampu memberi solusi terbaik.

“Situasi saat ini bukan jalanan lurus dan mulus, nyaman udaranya. Ibarat jalan, kondisi sekarang ini jalannya menanjak ke atas, sangat curam. Ada bebatuan, petir dan gledek karena wabah COVID-19,” ucapnya, seperti dilansir dari JPNN.

Dia mengaku khawatir jiga kabinet Jokowi tidak bisa berubah menjadi lebih baik, Indonesia tidak akan sampai pada tujuan yang diinginkan seperti visi misi presiden.

Menurutnya, mungkin yang dibutuhkan bukan kecepatan, tetapi tenaga. Mungkin menteri yang biasanya tidur 8 jam, sekarang 3 jam sehari. “Jangan-jangan menteri yang dibutuhkan sekarang harus terus berkeliling dan tidak pulang-pulang ke rumah,” katanya. (bpc2)

Tags: Adian NapitupuluErick ThohirMenteri BUMNnasionalPolitik
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Next Post
Tanah suci

Kisah Buya Hamka, Bagian III: Berangkat ke Tanah Suci

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.