Berbisnis di Masjid Vs Berbisnis di Mal. Kita dimana?

Minggu, 12 Juli 2015 14:12
Berbisnis di Masjid Vs Berbisnis di Mal. Kita dimana?

Catatan Redaksi

Jika kita amati dan cermati dengan baik, mendekati 10 hari terakhir ramadan banyak hal yang patut direnungkan. Bahkan jika kita kelompokkan, maka akan terlihat dua gelombang ‘bisnis’ besar yang saling bertolak belakang. Dua kelompok bisnis tersebut ialah, Bisnis ‘Masjid’ dan Bisnis ‘Mal’. Bagaimana bisa?

Pada hari-hari terakhir bulan puasa, akan terjadi arus gelombang besar di dua tempat, yakni Mal dan Masjid. Cobalah kita perhatikan dengan teliti, semakin mendekati kepulangan ramadan maka gelombang manusia semakin banyak terutama di pusat-pusat keramaian seperti mal-mal. Alhasil, transaksi maupun perputaran bisnis sangat kencang, hingga terjadi lonjakan transaksi berkali-kali lipat.

Ragam transaksi sangat banyak, mulai dari perburuan baju-baju baru, sepatu, sandal, minuman, makanan sampai mempersiapkan segala kebutuhan hari raya, yang sebagian kalangan menganggap kurang afdhal hari Idul Fitri tanpa baju baru dan kue lebaran. Beberapa pedagang mengaku, lonjakan transaksi naik dua hingga empat kali lipat dibandingkan hari-hari biasanya.

Uniknya lagi, semakin mendekati hari Raya Idul Fitri, maka nilai transaksipun semakin membumbung tingggi, sampai-sampai para pelaku bisnis menambah jam bisnisnya hingga dini hari, dan di kenal dengan sebutan Midnight Sale. Bagi para pebisnis, tentu ini menjadi berkah tersendiri yang hadir sekali dalam setahun.

Belanja, saat ini, sudah berkembang menjadi sebuah gaya hidup pada masyarakat kelas ekonomi tertentu dari segala usia. Dan, sebagai gaya hidup, belanja manusia modern seringkali tidak berhubungan dengan “apa yang dibutuhkan” tapi dengan “kutahu apa yang kumau”. Dengan kata lain, ia satu bentuk penegasan status sosial.
 
Terkait prosentase peningkatan pengunjung, diperkirakan, kenaikan pengunjung di mall  akan berkisar 20 hingga 30 persen bahkan ada yang 50 persen. Pada awal Ramadhan  saja sudah ada peningkatan jumlah pengunjung sampai 15%. Dan akan terus meningkat  sampai mencapai 20 hingga 50% pada dua dan satu minggu sebelum Lebaran.

Lantas bagaimana bisnis Masjid?

Ini tidak lain ialah perburuan malam lailatul qadar dan semakin besarnya keberkahan di sepertiga ramadan. Begitu besarnya imbal hasil dari transaksi di penghujung bulan puasa ini, kaum Muslimin diperintahkan meningkatkan ibadahnya.

Sebab pada hari-hari tersebut dipenuhi dengan kebaikan, keutamaan, serta pahala yang melimpah. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Memang, transaksi jual beli dengan Allah ini tidak diwajibkan di masjid, tetapi juga bisa dilakukan di rumah, meskipun sangat dianjurkan sekali di masjid atau biasa dikenal dengan sebutan itikaf. Inilah sesungguhnya gelombang kedua yang mestinya terjadi, ‘transaksi bisnis masjid’, transaksi bersama Allah SWT.

Dalam suatu surat, disebutkan, “Lailatul Qadr (malam kemuliaan) itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun Malaikat-Malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Al-Qadr [97]: 3-5)

Hal ini ditunjukkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW) yang sangat bersungguh-sungguh menghidupkan hari-hari tersebut. Sebagaimana diriwayatkan Ummul Mu’minin Aisyah Radhiyallahu ‘anha, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (Riwayat Muslim).

Sesungguhnya inilah bisnis sepertiga ramadan, bisnis masjid yang sejogjanya dilakukan oleh kaum muslimin. Bisnis bersama Allah.

Lantas apa saja transaksi jual beli dengan Allah yang mestinya terjadi pada 10 hari terakhir tersebut?

Kaum muslimin dianjurkan untuk memperbanyak doa-doa kepada Allah SWT. Selain itu juga, karena nilainya yang begitu dahsyat, maka sangat dianjurkan sekali menghidupkan malam dengan banyak shalat.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mendirikan shalat pada malam Lailatul Qadr karena iman dan mengharapkan pahala (dari Allah), niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Sufyan Ats-Tsauri mengatakan bahwa amal yang paling ia sukai saat memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah shalat Tahajjud. Ini karena Rasulullah selalu membangunkan keluarganya untuk shalat jika mereka mampu untuk itu. (Lathoif Ma’arif, hal. 331)

Memang menghidupkan sepuluh hari terakhir tidak harus dengan shalat, tapi bisa pula dengan zikir, doa, dan membaca al-Qur’an. Namun amalan shalat adalah amalan yang lebih utama dari amalan lainnya di malam tersebut berdasarkan Hadits di atas.

Selanjutnya ialah i’tikaf. Dalam pengertian syariah, I’tikaf berarti berdiam diri di masjid sebagai ibadah yang disunahkan untuk dikerjakan di setiap waktu dan diutamakan pada bulan suci Ramadhan, dan lebih dikhususkan sepuluh hari terakhir untuk mengharapkan datangnya Lailatul Qadr. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda, “Dari Ibnu Umar ra. ia berkata, ‘Rasulullah biasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasulullah SAW memperbanyak ibadah dengan menjauhi istri-istrinya dari berjima’ (hubungan badan dengan istri). Aisyah mengatakan, “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Sebagai penduduk dominan muslim di Indonesia maupun Riau, bahkan muslim terbanyak di dunia, dan menilik uraian singkat diatas, seharusnya gelombang besar yang terjadi hanya pada satu arus saja, yakni gelombang transaksi di Masjid. Dengan demikian, semestinya mal-mal dan pusat perbelanjaan kian sepi. Namun kenyataannya berbanding terbalik, mal semakin membludak dan masjid semakin sepi saja. Inilah yang terjadi. Inilah realitasnya.

Ini juga menggambarkan pemahaman dari setiap orang yang mengaku muslim, dan tentu pilihan dari setiap orang. Yang pada akhirnya, setiap pilihan akan menentukan hasil yang akan dipetik dikemudian hari.

Anda ingin meningkatkan transaksi jual beli dengan Allah, maka Masjidlah tempatnya dan sepertiga ramadan waktu yang sangat tepat. Sebaliknya, ingin meningkatkan transaksi dengan pelaku usaha (manusia), maka pusat perbelanjaan tempatnya. Semua terserah Anda. Toh Anda yang menikmati hasil awal dan hasil akhirnya.

Selamat Meraih Kemenangan.

Muhammad Junaidi

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Begini Kronologis Terduga Begal Tewas Dikeroyok Massa di Rimbo Panjang
Minggu, 17 Desember 2017 14:38

Begini Kronologis Terduga Begal Tewas Dikeroyok Massa di Rimbo Panjang

Warga Dusun II Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang tepatnya di jalur II jalan raya Pekanbaru - Bangkinang, malam tadi Sabtu (16/12/2017) sekira pukul 21.00 wib dihebohkan adanya kejadian penganiayaan oleh massa terhadap seorang pemuda yang diduga sebagai pelaku begal hingga tewas. 

Aksi Solidaritas, Massa Kumpulkan Infak 16 Juta Untuk Palestina
Minggu, 17 Desember 2017 13:18

Aksi Solidaritas, Massa Kumpulkan Infak 16 Juta Untuk Palestina

 Umat muslim di Kota Pekanbaru lakukan aksi solidaritas bela Palestina di depan Tugu Pahlawan, Minggu pagi tadi (17/12/2017). dalam aksinya massa berhasil kumpulkan infak sebesar Rp 16.663.000.

Bukan Harris, PDIP Pilih Andi Rachman untuk Pilgub Riau 2018
Minggu, 17 Desember 2017 12:30

Bukan Harris, PDIP Pilih Andi Rachman untuk Pilgub Riau 2018

PDIP mengumumkan Arsyajuliandi Rachman dan Suyatno sebagai jagoannya untuk pilgub Riau 2018. Padahal sebelumnya, beredar surat rekomendasi PDIP untuk Bupati Pelalawan, M. Harris.

Beredar Video Begal Dihakimi Massa
Minggu, 17 Desember 2017 12:20

Beredar Video Begal Dihakimi Massa

Beredar video begal yang dihakimi massa, Sabtu malam (16/12/2017). 

Perputaran Rupiah Hingga KUPVA di Riau Terkoreksi
Minggu, 17 Desember 2017 12:10

Perputaran Rupiah Hingga KUPVA di Riau Terkoreksi

Perkembangan transaksi pembayaran tunai di Provinsi Riau triwulan III tahun 2017 tercatat mengalami net inflow sebesar Rp 523 miliar. 

Bulan Depan, Presiden Jokowi ke Riau untuk Replanting Sawit
Minggu, 17 Desember 2017 11:18

Bulan Depan, Presiden Jokowi ke Riau untuk Replanting Sawit

Presiden Jokowi bulan depan dijadwalkan berkunjung ke Riau. Kunjungan Jokowi kali ini adalah dalam rangka replanting kebun sawit yang ada di Riau.

Massa Aksi Bela Palestina Tak Gentar Diguyur Hujan
Minggu, 17 Desember 2017 10:33

Massa Aksi Bela Palestina Tak Gentar Diguyur Hujan

Aksi solidaritas untuk Palestina yang dilakukan oleh masyarakat muslim di Pekanbaru, Minggu pagi (17/12/2017) sempat diguyur hujan.

Info Cuaca dan Hotspot 17 Desember: Riau Dominasi Potensi Hujan, Nihil Titik Panas
Minggu, 17 Desember 2017 09:35

Info Cuaca dan Hotspot 17 Desember: Riau Dominasi Potensi Hujan, Nihil Titik Panas

BMKG Stasiun Pekanbaru memperkirakan hari ini, Minggu (17/12/11) potensi Riau diguyur hujan lebih mendominasi dari pada cuaca berawan. 

Polresta Pekanbaru Kerahkan 363 Personel Dalam Aksi Bela Palestina di Tugu Pahlawan
Minggu, 17 Desember 2017 09:30

Polresta Pekanbaru Kerahkan 363 Personel Dalam Aksi Bela Palestina di Tugu Pahlawan

Sebanyak 363 personel kepolisian resor kota Pekanbaru diturunkan untuk mengawal jalannya Aksi Bela Palestina dan imbauan agar memboikot produk Israel serta Amerika Serikat. 

Begini Kondisi Stabilitas Keuangan Riau Tutup Tahun 2017
Minggu, 17 Desember 2017 09:25

Begini Kondisi Stabilitas Keuangan Riau Tutup Tahun 2017

Bank Indonesia (BI) mencatat stabilitas keuangan Riau triwulan ke III tahun 2017 menurun, seiring membaiknya kinerja perekonomian.