Berbisnis di Masjid Vs Berbisnis di Mal. Kita dimana?

Minggu, 12 Juli 2015 14:12 1224
Berbisnis di Masjid Vs Berbisnis di Mal. Kita dimana?

Catatan Redaksi

Jika kita amati dan cermati dengan baik, mendekati 10 hari terakhir ramadan banyak hal yang patut direnungkan. Bahkan jika kita kelompokkan, maka akan terlihat dua gelombang ‘bisnis’ besar yang saling bertolak belakang. Dua kelompok bisnis tersebut ialah, Bisnis ‘Masjid’ dan Bisnis ‘Mal’. Bagaimana bisa?

Pada hari-hari terakhir bulan puasa, akan terjadi arus gelombang besar di dua tempat, yakni Mal dan Masjid. Cobalah kita perhatikan dengan teliti, semakin mendekati kepulangan ramadan maka gelombang manusia semakin banyak terutama di pusat-pusat keramaian seperti mal-mal. Alhasil, transaksi maupun perputaran bisnis sangat kencang, hingga terjadi lonjakan transaksi berkali-kali lipat.

Ragam transaksi sangat banyak, mulai dari perburuan baju-baju baru, sepatu, sandal, minuman, makanan sampai mempersiapkan segala kebutuhan hari raya, yang sebagian kalangan menganggap kurang afdhal hari Idul Fitri tanpa baju baru dan kue lebaran. Beberapa pedagang mengaku, lonjakan transaksi naik dua hingga empat kali lipat dibandingkan hari-hari biasanya.

Uniknya lagi, semakin mendekati hari Raya Idul Fitri, maka nilai transaksipun semakin membumbung tingggi, sampai-sampai para pelaku bisnis menambah jam bisnisnya hingga dini hari, dan di kenal dengan sebutan Midnight Sale. Bagi para pebisnis, tentu ini menjadi berkah tersendiri yang hadir sekali dalam setahun.

Belanja, saat ini, sudah berkembang menjadi sebuah gaya hidup pada masyarakat kelas ekonomi tertentu dari segala usia. Dan, sebagai gaya hidup, belanja manusia modern seringkali tidak berhubungan dengan “apa yang dibutuhkan” tapi dengan “kutahu apa yang kumau”. Dengan kata lain, ia satu bentuk penegasan status sosial.
 
Terkait prosentase peningkatan pengunjung, diperkirakan, kenaikan pengunjung di mall  akan berkisar 20 hingga 30 persen bahkan ada yang 50 persen. Pada awal Ramadhan  saja sudah ada peningkatan jumlah pengunjung sampai 15%. Dan akan terus meningkat  sampai mencapai 20 hingga 50% pada dua dan satu minggu sebelum Lebaran.

Lantas bagaimana bisnis Masjid?

Ini tidak lain ialah perburuan malam lailatul qadar dan semakin besarnya keberkahan di sepertiga ramadan. Begitu besarnya imbal hasil dari transaksi di penghujung bulan puasa ini, kaum Muslimin diperintahkan meningkatkan ibadahnya.

Sebab pada hari-hari tersebut dipenuhi dengan kebaikan, keutamaan, serta pahala yang melimpah. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Memang, transaksi jual beli dengan Allah ini tidak diwajibkan di masjid, tetapi juga bisa dilakukan di rumah, meskipun sangat dianjurkan sekali di masjid atau biasa dikenal dengan sebutan itikaf. Inilah sesungguhnya gelombang kedua yang mestinya terjadi, ‘transaksi bisnis masjid’, transaksi bersama Allah SWT.

Dalam suatu surat, disebutkan, “Lailatul Qadr (malam kemuliaan) itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun Malaikat-Malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Al-Qadr [97]: 3-5)

Hal ini ditunjukkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW) yang sangat bersungguh-sungguh menghidupkan hari-hari tersebut. Sebagaimana diriwayatkan Ummul Mu’minin Aisyah Radhiyallahu ‘anha, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (Riwayat Muslim).

Sesungguhnya inilah bisnis sepertiga ramadan, bisnis masjid yang sejogjanya dilakukan oleh kaum muslimin. Bisnis bersama Allah.

Lantas apa saja transaksi jual beli dengan Allah yang mestinya terjadi pada 10 hari terakhir tersebut?

Kaum muslimin dianjurkan untuk memperbanyak doa-doa kepada Allah SWT. Selain itu juga, karena nilainya yang begitu dahsyat, maka sangat dianjurkan sekali menghidupkan malam dengan banyak shalat.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mendirikan shalat pada malam Lailatul Qadr karena iman dan mengharapkan pahala (dari Allah), niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Sufyan Ats-Tsauri mengatakan bahwa amal yang paling ia sukai saat memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah shalat Tahajjud. Ini karena Rasulullah selalu membangunkan keluarganya untuk shalat jika mereka mampu untuk itu. (Lathoif Ma’arif, hal. 331)

Memang menghidupkan sepuluh hari terakhir tidak harus dengan shalat, tapi bisa pula dengan zikir, doa, dan membaca al-Qur’an. Namun amalan shalat adalah amalan yang lebih utama dari amalan lainnya di malam tersebut berdasarkan Hadits di atas.

Selanjutnya ialah i’tikaf. Dalam pengertian syariah, I’tikaf berarti berdiam diri di masjid sebagai ibadah yang disunahkan untuk dikerjakan di setiap waktu dan diutamakan pada bulan suci Ramadhan, dan lebih dikhususkan sepuluh hari terakhir untuk mengharapkan datangnya Lailatul Qadr. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda, “Dari Ibnu Umar ra. ia berkata, ‘Rasulullah biasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasulullah SAW memperbanyak ibadah dengan menjauhi istri-istrinya dari berjima’ (hubungan badan dengan istri). Aisyah mengatakan, “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Sebagai penduduk dominan muslim di Indonesia maupun Riau, bahkan muslim terbanyak di dunia, dan menilik uraian singkat diatas, seharusnya gelombang besar yang terjadi hanya pada satu arus saja, yakni gelombang transaksi di Masjid. Dengan demikian, semestinya mal-mal dan pusat perbelanjaan kian sepi. Namun kenyataannya berbanding terbalik, mal semakin membludak dan masjid semakin sepi saja. Inilah yang terjadi. Inilah realitasnya.

Ini juga menggambarkan pemahaman dari setiap orang yang mengaku muslim, dan tentu pilihan dari setiap orang. Yang pada akhirnya, setiap pilihan akan menentukan hasil yang akan dipetik dikemudian hari.

Anda ingin meningkatkan transaksi jual beli dengan Allah, maka Masjidlah tempatnya dan sepertiga ramadan waktu yang sangat tepat. Sebaliknya, ingin meningkatkan transaksi dengan pelaku usaha (manusia), maka pusat perbelanjaan tempatnya. Semua terserah Anda. Toh Anda yang menikmati hasil awal dan hasil akhirnya.

Selamat Meraih Kemenangan.

Muhammad Junaidi

loading...
PUBLIC SERVICE

Berita Terkini

Karena Tak Punya Duit, Jenazah TKI Ini Tertahan di Malaysia
Selasa, 24 Januari 2017 21:32

Karena Tak Punya Duit, Jenazah TKI Ini Tertahan di Malaysia

Malang benar nasib Nani. Saat sang ibu melepas nyawa di Serawak, Malaysia, dia tidak ada. Kini untuk memulangkan jenazah ibunya dia tidak bisa. Karena Nani tidak punya biaya cukup untuk pulangkan jenazah ibunya.

Ketika Bibit Ikan Mas dan Lele Dilepas di Penjara
Selasa, 24 Januari 2017 21:16

Ketika Bibit Ikan Mas dan Lele Dilepas di Penjara

Kakanwil Kemenkum dan HAM Propinsi Sumatera Barat, Dwi Prasetyo Santoso didampingi  Kalapas Kelas II B Payakumbuh Bagus Prakoso, melepas bibit ikan Mas dan Lele di Lapas Kelas II B Payakumbuh.

Lowongan Kerja Web Design
Selasa, 24 Januari 2017 21:14

Lowongan Kerja Web Design

Bagi anda yang sedang mencati info lowongan kerja,  Uira Tekno Solusindo sedang membuka loker. Perusahaan yang bergerak dibidang Teknologi Informasi pada kota Pekanbaru Riau, saat ini sedang membutuhkan tenaga kerja

Mau Operasikan 15 Bus TMP, Dishub Pekanbaru Malah Bingung
Selasa, 24 Januari 2017 21:05

Mau Operasikan 15 Bus TMP, Dishub Pekanbaru Malah Bingung

Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru saat ini masih bingung. Hak tersebut terkait penempatan 15 unit bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang bakal dioperasikan awal Februari nanti.

Ini yang Dilakukan Pemuda Pekanbaru Agar Anak Papua Bisa Sekolah
Selasa, 24 Januari 2017 20:53

Ini yang Dilakukan Pemuda Pekanbaru Agar Anak Papua Bisa Sekolah

Sejumlah anak muda yang tergabung dalam Komunitas UntukPapua Pekanbaru mengadakan talk show interaktif ke beberapa televisi lokal di Riau. Kegiatan talk show interaktif ini merupakan salah satu program mendukung gerakan

Kopi Itu Bisa Cegah Diabetes
Selasa, 24 Januari 2017 20:48

Kopi Itu Bisa Cegah Diabetes

Ternyata, kopi dan teh mengandung zat yang dapat melindungi peminumnya dari diabetes melitus tipe 2. Mereka memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit ini, dan tidak bergantung pada insulin.

Soal Pungli, Antara Kepala Kejari dan Plt Walikota Silang Pendapat
Selasa, 24 Januari 2017 17:33

Soal Pungli, Antara Kepala Kejari dan Plt Walikota Silang Pendapat

Selasa (24/01/2017), tim sapu bersih (saber) pungutan liar (pungli) Kota Pekanbaru dikukuhkan di Aula Kantor Walikota Pekanbaru. Tim saber pungli dikukuhkan oleh Plt Walikota Pekanbaru, Edwar Sanger.

Kapolda Riau: Kalau Aktornya Polisi, Saya Tembak di Tempat
Selasa, 24 Januari 2017 17:18

Kapolda Riau: Kalau Aktornya Polisi, Saya Tembak di Tempat

Kapolda Riau, Irjen Zulkarnain geram dan marah setelah melihat rekaman video dari udara soal perambahan hutan di Kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu.

TNT 4 dan 5 Komunitas 1000 Guru Riau Berjalan Sukses
Selasa, 24 Januari 2017 17:13

TNT 4 dan 5 Komunitas 1000 Guru Riau Berjalan Sukses

Komunitas 1000 Guru Riau mengadakan kegiatan Traveling and Teaching (TNT) 4 dan 5, pada tanggal 20 Januari 2017 hingga 22 Januari 2017 silam. Dalam kegiatan rutinitas bulanan ini, Komunitas 1000 Guru Riau

Begini Cara Kerja Gambar Saling Isi pada Rupiah
Selasa, 24 Januari 2017 17:04

Begini Cara Kerja Gambar Saling Isi pada Rupiah

Persepsi yang muncul di tengah masyarakat tentang rectroverso atau gambar saling isi pada pecahan rupiah membuat masyarakat geger.