Dunia Internasional Mengutuk Keputusan Donald Trump Terkait Status Al-Quds

Jumat, 08 Desember 2017 00:54
Dunia Internasional Mengutuk Keputusan Donald Trump Terkait Status Al-Quds
Palestina

DOHA, BERTUAHPOS.COM - Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui secara resmi Al-Quds sebagai ibukota bagi Israel, mengundang respon penolakan dari seluruh dunia. Keputusan itu akan memperdalam perselisihan antara Israel dan Palestina, selain juga akan berdampak buruk terhadap stabilitas dan keamanan Kawasan.

Uni Eropa menyampaikan kekhawatirannya yang mendalam terkait keputusan Trump ini. UE meyakini, keputusan tersebut akan berimplikasi pada peluang perdamaian di Palestina.

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), melalui Sekjen-nya menyatakan, keputusan Trump mengancam perdamaian antara Palestina dan Israel. Sekjen juga menegaskan, Al-Quds merupakan bagian dari dokumen perundingan akhir atas permasalahan di sana.

Antonio Guteress menekankan, tidak ada pengganti atas solusi dua negara. Ia juga menyebut Al-Quds sebagai ibukota bagi Palestina dan Israel.
Prancis, melalui presiden-nya, Emmanuel Macron mengebut tidak mendukung keputusan Presiden Trump. Kepada wartawan dikatakan, “Keputusan ini sangat disayangkan. Prancis tidak mendukungnya. Ini melanggar hukum internasional dan resolusi DK PBB.”

Selain itu, Macron juga menegaskan situasi di Al-Quds harusnya ditentukan oleh Palestina dan Israel melalui perundingan. Ia juga menyeru semua pihak untuk senantiasa menjaga diri.

Inggris, melalui pimpinan Partai Buruh, Jeremy Corbin dikatakan, keputusan Trump sembrono dan menghalangi proses perdamaian. Corbin juga mendesak pemerintah Inggris untuk mengutuknya. Kanada, Menlu negara ini menyatakan, status Al-Quds hanya dapat ditentukan melalui persamaan perspektif umum dalam perselisihan Palestina dan Israel.

Turki, Menlu-nya mengutuk keras pengakuan AS terkait status Al-Quds sebagai ibukota bagi entitas zionis, Israel. Melalui akun twitternya, Mevlut Covusoglu mengatakan, “Kita merasa khawatir dan mengutuk pernyataan tak bertanggung jawab dari pemerintah AS terkait pengakuan Al-Quds ibukota Israel dan pemindahan kedutaan AS ke Al-Quds.” Covusoglu juga menyatakan, keputusan AS ini merupakan pelanggaran yang nyata terhadap hukum internasional dan resolusi PBB terkait.

Mesir, Kemenlu negara ini menyangkal keputusan Trump terkait status Al-Quds. Mesir juga menolak hal-hal apapun yang berkaitan dengan itu. Selain itu, Syaikh Al-Azhar juga menyeru digelarnya konferensi internasional untuk membahas Al-Quds. Menurut Syaikh, konferensi digelar pada Januari mendatang dengan dihadiri oleh para ulama dan tokoh Nasrani dari seluruh dunia.

Lebih lanjut, Al-Azhar juga telah mengeluarkan peringatan dampak dari keputusan AS itu. Menurut universitas yang jadi referensi Islam Sunni dunia itu, pengakuan Al-Quds sebagai ibukota Israel akan mengguncang stabilitas dunia.

Iran, tak ketinggalan dalam mengomentari keputusan Trump ini. Melalui Kemenlu-nya dikatakan, Teheran mengecam keras keputusan AS untuk memindah kedutaan dari Tel Aviv ke Al-Quds.

Iran menambahkan, keputusan itu merupakan pelanggaran terhadap resolusi internasional. AS dan Israel, ditambahkan, menjadi pihak paling bertanggung jawab jika terjadi kekerasan akibat keputusan itu. Kemenlu Iran juga menyeru masyarakat internasional untuk bersama-sama menggagalkan realisasi dari keputusan Trump tersebut. (whc/dakwatuna)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Bayu Krisnamurthi: Petani Sawit Jangan Tunggu Bantuan Pemerintah untuk Replanting
Kamis, 14 Desember 2017 12:35

Bayu Krisnamurthi: Petani Sawit Jangan Tunggu Bantuan Pemerintah untuk Replanting

Tanaman kelapa sawit hanya mempunyai umur 25 tahun. Untuk itu, petani Riau harus siap sedia untuk replanting kebunnya setiap 25 tahun tersebut tanpa harus menunggu bantuan dari pemerintah.

Ramalan BI Soal Ekonomi Riau 2018: Tumbuh 2%-3%
Kamis, 14 Desember 2017 12:25

Ramalan BI Soal Ekonomi Riau 2018: Tumbuh 2%-3%

Bank Indonesia (BI) meramalkan pergerakan ekonomi Riau 2018 akan membaik. Itu diramalkan berdasarkan beberapa indikator penunjang pergerakan perekonomian daerah, yang diperkirakan masih akan tumbuh bagus di tahun depan. 

Sebelum Meninggal AM Fatwa Titip Ini ke Oesman Sapta
Kamis, 14 Desember 2017 12:15

Sebelum Meninggal AM Fatwa Titip Ini ke Oesman Sapta

Sebelum menyembuhkan nafas terakhir, anggota DPD RI AM Fatwa sempat menyampaikan beberapa pesan ke Oesman Sapta. AM Fatwa menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (14/12/2017). 

Riau Jangan Takut Melawan Kampanye Hitam Tentang Sawit
Kamis, 14 Desember 2017 12:05

Riau Jangan Takut Melawan Kampanye Hitam Tentang Sawit

Riau sebagai pusat sawit di Indonesia jangan takut untuk melawan kampanye hitam tentang sawit. Lawan saja Eropa dan Amerika, dan buktikan bahwa semua stigma negatif itu tidak benar.

Jelang Akhir Tahun, Okupansi Hotel di Riau Menurun
Kamis, 14 Desember 2017 11:55

Jelang Akhir Tahun, Okupansi Hotel di Riau Menurun

Jelang akhir tahun 2017, okupansi hotel di Riau mengalami penurunan dibandingkan pada akhir tahun yang lalu. 

Bayu Krisnamurthi: Sawit Tidak Serap Banyak Air
Kamis, 14 Desember 2017 11:45

Bayu Krisnamurthi: Sawit Tidak Serap Banyak Air

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia, Bayu Krisnamurthi menyebutkan bahwa tidak benar sawit itu membutuhkan banyak air.

Kredit Konsumtif Bank Riau Kepri Siak Naik Signifikan
Kamis, 14 Desember 2017 11:35

Kredit Konsumtif Bank Riau Kepri Siak Naik Signifikan

Beberapa bulan ini pencairan kredit di Bank Riau Kepri (BRK) Cabang Siak mengalami peningkatan, terutama sektor agribisnis dan konsumtif (KAG). 

Meski Optimis, Syamsuar Mulai Ragukan PAN
Kamis, 14 Desember 2017 11:25

Meski Optimis, Syamsuar Mulai Ragukan PAN

Kesempatan Syamsuar untuk maju dalam Pilgub Riau 2018 memang masih terbuka lebar. Setelah mendapat dukungan dari PAN, peluang itu kian terbuka.

Sejahtera Karena Sawit Adalah Hak Rakyat Indonesia
Kamis, 14 Desember 2017 11:15

Sejahtera Karena Sawit Adalah Hak Rakyat Indonesia

Kesejahteraan rakyat Indonesia dengan minyak sawit merupakan hak rakyat Indonesia. Negara Eropa atau Amerika tidak berhak mencampuri urusan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Dewan Kehormatan PWI Desak Dewan Pers Keluarkan Surat Kewajiban UKW
Kamis, 14 Desember 2017 11:05

Dewan Kehormatan PWI Desak Dewan Pers Keluarkan Surat Kewajiban UKW

Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (DK PWI) menegaskan Ujian Kompetensi Wartawan atau UKW wajib untuk diikuti oleh wartawan.