Makrifat Burung Surga (8) : Amtenar Itu Bisa Jadi Ahli Neraka

Selasa, 23 Mei 2017 18:12
Makrifat Burung Surga (8) : Amtenar Itu Bisa Jadi Ahli Neraka

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Umumnya priyayi sekarang ini senang disebut amtenar, yang sebenarnya bisa berarti ahlinnar atau ahli nereka. Mereka tidak mau mengenal batas haram dan halal. Mereka membuat kesalahan sebagai kebiasaan, tanpa merasa menyakiti ketika tingkahnya itu membuat rakyat kecil menderita.

Para pejabat itu merasa tampak gagah ketika memegang kekuasaan, dan penuh keyakinan diri. Namun begitu lengser dari jabatannya, mereka lalu kebingungan. Saat mencari pekerjaan, tidak ada lagi yang percaya. Rumah dan cikarnya (kendaraan angkut pertanian) dijual dan dibeli tuan besar. Saat-saat itulah sang priyayi itu bangkrut kemudian menderita kemelaratan.

Baca: Makrifat Burung Surga (7) : Kata Bayan, Insya Allah Saya yang Bicara

Jika malam, terkadang tidak jarang priyayi pensiunan itu menjadi makelar jabatan atau mata-mata penguasa untuk mengawasi rakyat yang hendak berontak. Mereka umumnya malu bekerja kasar, karena merasa sebagai mantan pejabat amtenar.

Suka pamer ketika menjadi pejabat dengan kekuasaan besar dan kekayaan berlimpah, berbohong dan menyebar fitnah, telah menyebabkan jutaan rakyat miskin. Namun begitu, jika ditanya atasannya, jutaan rakyat miskin itu dikatakannya hanya seratus. Itulah perilaku sang putra mahkota yang bernama lengkap Raden Mas Abdurrahman yang tengah menjadi berita publik di seantero negeri Kustam.

Di tengah kebaikan dan kejelekan pejabat di negeri Kustam itu hiduplah seorang juragan kaya yang dikenal sebagai Lurah Nangim. Lurah ini merupakan juragan muda, bagus rupa, yang hidupnya mriyayi seperti menir Belanda. Rumah sang juragan ini ditata rapi penuh bunga dengan taman dan kolam di halaman. Istrinya yang cantik kemenyut (seksi) bernama Zaenab. Kulit wanita ini putih bagaikan gelas, dan jika berpakaian gemerlap yang terbuat dari sutra penuh emas berlian, ia tampil bak bidadari dari kahyangan.

Baca: Makrifat Burung Surga (1) : 99 Burung Bayan Hijrah

Ki Lurah Nangim dan Zaenab adalah pasangan serasi. Mereka merupakan temanten anyar (pasangan baru) yang sedang berbulan madu. Siapa yang berkunjung ke rumahnya akan jengah melihat keduanya. Sebab hari-harinya selalu diisi dengan berkasih-kasihan. Seakan di dunia ini tak lagi ada yang sebahagia keduanya. Dan saking mabuk kepayangnya dengan cinta, keduanya lupa tentang etika dan tatakrama. (jss/bersambung)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Setelah Polda dan Kantor Gubernur, Giliran Kantor DPRD Riau yang Digeruduk Massa Masyarakat Sakai
Senin, 19 Pebruari 2018 12:45

Setelah Polda dan Kantor Gubernur, Giliran Kantor DPRD Riau yang Digeruduk Massa Masyarakat Sakai

Setelah melakukan aksi demo di Polda dan kantor gubernur, giliran Kantor DPRD Riau yang digeruduk massa aksi demo masyarakat Sakai.

Status Siaga Darurat Karhutla Ditetapkan Hingga 31 Mei 2018
Senin, 19 Pebruari 2018 12:40

Status Siaga Darurat Karhutla Ditetapkan Hingga 31 Mei 2018

Status siaga darurat Karhutla sudah ditetapkan. Itu dimulai dari Februari hingga 31 Mei 2018. Status siaga darurat karhuta ditetapkan karena sejumlah daerah di Riau sudah terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Pendemo Suku Sakai Jalan Kaki ke Kantor DPRD Riau
Senin, 19 Pebruari 2018 12:33

Pendemo Suku Sakai Jalan Kaki ke Kantor DPRD Riau

Usai melakukan demo di depan kantor Polda Riau, Senin (19/2/18) ratusan mahasiswa dan masyarakat Suku Sakai, mulai bergerak menuju Kantor DPRD Provinsi Riau.

Spanduk Lukman Edy Masih Terpajang di Jalan Hang Tuah
Senin, 19 Pebruari 2018 12:25

Spanduk Lukman Edy Masih Terpajang di Jalan Hang Tuah

Spanduk Paslon dengan jargon Gubernur Zaman Now masih terpajang jelas di Jalan Hang Tuah, Pekanbaru.  

Puncak Musim Kemarau Terjadi di Juni hingga Agustus
Senin, 19 Pebruari 2018 12:15

Puncak Musim Kemarau Terjadi di Juni hingga Agustus

Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Juni hingga Agustus 2018 nanti. 

Masa Kampanye Pilgub Riau, 1 Desa Hanya Boleh 1 Posko
Senin, 19 Pebruari 2018 12:00

Masa Kampanye Pilgub Riau, 1 Desa Hanya Boleh 1 Posko

Komisioner Bawaslu Riau, Neil Antariksa menyebutkan 1 desa/kelurahan hanya boleh didirikan 1 posko pemenangan oleh Paslon Gubri.

BMKG: Februari Riau Masuk Musim Kemarau Pertama
Senin, 19 Pebruari 2018 11:43

BMKG: Februari Riau Masuk Musim Kemarau Pertama

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sukisto mengatakan pada bulan Februari 2018 ini, Riau sudah masuk pada musim kemarau pertama.

Demo Mahasiswa dan Masyarakat Suku Sakai, Jalan Gajah Mada Ditutup 1 Ruas
Senin, 19 Pebruari 2018 11:28

Demo Mahasiswa dan Masyarakat Suku Sakai, Jalan Gajah Mada Ditutup 1 Ruas

Akibat demo ratusan mahasiswa dan masyarakat Suku Sakai di depan Kantor Polda Riau, Senin (19/2/2018), satu ruas Jalan Gajah Mada Pekanbaru ditutup satu ruas.

Mahasiswa dan Masyarakat Suku Sakai Serbu Polda Riau
Senin, 19 Pebruari 2018 11:20

Mahasiswa dan Masyarakat Suku Sakai Serbu Polda Riau

Ratusan mahasiswa dan masyarakat Suku Sakai menyerbu kantor Polda Riau, Senin (19/2/2018) pagi.

Dilaporkan ke Bawaslu, KPU Riau: Kami Transparan Sejak Awal
Senin, 19 Pebruari 2018 11:00

Dilaporkan ke Bawaslu, KPU Riau: Kami Transparan Sejak Awal

KPU Riau menyatakan proses pendaftaran dan penetapan cagub Riau telah transparan sejak awal.