Makrifat Burung Surga (7) : Kata Bayan, Insya Allah Saya yang Bicara

Senin, 22 Mei 2017 18:17
Makrifat Burung Surga (7) : Kata Bayan, Insya Allah Saya yang Bicara

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Tanpa diduga, ternyata burung Bayan itu dengan halus menjawab. "Insya Allah memang saya yang berbicara tadi. Dan saya berjanji, selagi saya masih bisa hidup, saya akan membuat Anda mempunyai banyakk uang."

Ki dan Nyai Mesakat hampir tak percaya bahwa burung itu memang bisa berbicara. Keduanya nyaris pingsan mendengar pengakuan burung Bayan itu. Kata-kata burung Bayan yang indah ini telah menyentuh hati terdalam dari pasangan pemikat burung itu. Mereka juga percaya pada janji si Bayan yang akan membuatnya kaya.

Dua orang itu kemudian memindahkan burung itu. Kini burung Bayan tak lagi dikurung di dalam kempis (tempat ikan yang biasa dipakai pemancing), tapi memindahkannya ke sangkar yang lebih baik. Keluarga pemikat itu berinisiatif untuk menjual burung itu. Ia mengikuti saran burung Bayan.

Baca: Makrifat Burung Surga (6) : Saat Bayan Bicara Ki Mesakat Terpana

Malam pun segera berlalu, dan berganti pagi. Sementara itu raja negeri Kustam dikenal sebagai penguasa yang gagah, adil dan ramah kepada rakyatnya, dengan wilayah kerajaan yang besar. Kebaikan perilaku raja itu diikuti pejabatnya. Mereka meneladani perilaku rajanya.

Rakyatnya percaya, sang raja dikaruniai kelebihan oleh Tuhan. Sang raja mempunyai seorang putra bernama Raden Abdurrahman. Anak ini pintar, ganteng dan pandai berbagai bahasa asing, terutama Arab, Inggris dan Belanda. Selain itu sang putra mahkota juga mempunyai sertifikat latihan militer, dan fasih membaca Qur’an.

Namun, seperti orang kota pada umumnya, perilaku sang putra mahkota ini penuh kecongkakan. Ia suka pamer kepintaran dan kegagahan, serta berlaku riya' dan sombong. Sewaktu kecil belajar mengaji, besar sedikit pergi ke sekolah, menjadi orang kantoran dan priyayi kota.

Ketika menjadi priyayi itulah kecongkakannya datang. Jika dipuji dadanya bagai membengkak. Namun jika dikritik menjadi marah dan menunjukkan kekuasaan yang dimilikinya. Ia tak segan-segan menjatuhkan hukuman.

Dengan SK (surat keputusan sebagai pegawai atau pejabat) di tangan dan gaji bulanan, para priyayi dan pejabat kantoran itu pun suka berlagak. Suka tertawa ngakak, mengaku putra pejabat tinggi yang rumahnya di pusat Kota Jakarta.

Baca: Makrifat Burung Surga (1) : 99 Burung Bayan Hijrah

Setiap melakukan tindakan sama sekali tidak memikirkan  bagaimana akibatnya bagi rakyat bawah. Lupa teman sedesa. Asalkan bisa unjuk muka kepada pejabat sang penguasa yang bisa mengubah nasib, bahkan dengan gampang menghukum atau mengubah hukuman. Keinginan utamanya ialah jabatan tinggi dengan bintang di pundak. Ketika melakukan inspeksi ke bawahan jika tidak disambut dengan baik, lalu mencari-cari kesalahan bawahan.

Seperti polisi, suka menindak tanpa memeriksa dengan teliti, lalu menjatuhkan denda. Sama sekali tidak pernah mengingat, bahwa Tuhan nanti akan membalas setiap tindakan manusia di dunia. Seperti nasehat Quran: "Innalladzi fatanul mukminaati, tsumma lam yatu-bu- falahum adza-bu jahannam." (Sesungguhnya orang-orang yang suka membuat fitnah kepada orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, kemudian enggan bertobat, nanti akan diganjar neraka jahanam. (jss/bersambung)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Setelah Polda dan Kantor Gubernur, Giliran Kantor DPRD Riau yang Digeruduk Massa Masyarakat Sakai
Senin, 19 Pebruari 2018 12:45

Setelah Polda dan Kantor Gubernur, Giliran Kantor DPRD Riau yang Digeruduk Massa Masyarakat Sakai

Setelah melakukan aksi demo di Polda dan kantor gubernur, giliran Kantor DPRD Riau yang digeruduk massa aksi demo masyarakat Sakai.

Status Siaga Darurat Karhutla Ditetapkan Hingga 31 Mei 2018
Senin, 19 Pebruari 2018 12:40

Status Siaga Darurat Karhutla Ditetapkan Hingga 31 Mei 2018

Status siaga darurat Karhutla sudah ditetapkan. Itu dimulai dari Februari hingga 31 Mei 2018. Status siaga darurat karhuta ditetapkan karena sejumlah daerah di Riau sudah terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Pendemo Suku Sakai Jalan Kaki ke Kantor DPRD Riau
Senin, 19 Pebruari 2018 12:33

Pendemo Suku Sakai Jalan Kaki ke Kantor DPRD Riau

Usai melakukan demo di depan kantor Polda Riau, Senin (19/2/18) ratusan mahasiswa dan masyarakat Suku Sakai, mulai bergerak menuju Kantor DPRD Provinsi Riau.

Spanduk Lukman Edy Masih Terpajang di Jalan Hang Tuah
Senin, 19 Pebruari 2018 12:25

Spanduk Lukman Edy Masih Terpajang di Jalan Hang Tuah

Spanduk Paslon dengan jargon Gubernur Zaman Now masih terpajang jelas di Jalan Hang Tuah, Pekanbaru.  

Puncak Musim Kemarau Terjadi di Juni hingga Agustus
Senin, 19 Pebruari 2018 12:15

Puncak Musim Kemarau Terjadi di Juni hingga Agustus

Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Juni hingga Agustus 2018 nanti. 

Masa Kampanye Pilgub Riau, 1 Desa Hanya Boleh 1 Posko
Senin, 19 Pebruari 2018 12:00

Masa Kampanye Pilgub Riau, 1 Desa Hanya Boleh 1 Posko

Komisioner Bawaslu Riau, Neil Antariksa menyebutkan 1 desa/kelurahan hanya boleh didirikan 1 posko pemenangan oleh Paslon Gubri.

BMKG: Februari Riau Masuk Musim Kemarau Pertama
Senin, 19 Pebruari 2018 11:43

BMKG: Februari Riau Masuk Musim Kemarau Pertama

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sukisto mengatakan pada bulan Februari 2018 ini, Riau sudah masuk pada musim kemarau pertama.

Demo Mahasiswa dan Masyarakat Suku Sakai, Jalan Gajah Mada Ditutup 1 Ruas
Senin, 19 Pebruari 2018 11:28

Demo Mahasiswa dan Masyarakat Suku Sakai, Jalan Gajah Mada Ditutup 1 Ruas

Akibat demo ratusan mahasiswa dan masyarakat Suku Sakai di depan Kantor Polda Riau, Senin (19/2/2018), satu ruas Jalan Gajah Mada Pekanbaru ditutup satu ruas.

Mahasiswa dan Masyarakat Suku Sakai Serbu Polda Riau
Senin, 19 Pebruari 2018 11:20

Mahasiswa dan Masyarakat Suku Sakai Serbu Polda Riau

Ratusan mahasiswa dan masyarakat Suku Sakai menyerbu kantor Polda Riau, Senin (19/2/2018) pagi.

Dilaporkan ke Bawaslu, KPU Riau: Kami Transparan Sejak Awal
Senin, 19 Pebruari 2018 11:00

Dilaporkan ke Bawaslu, KPU Riau: Kami Transparan Sejak Awal

KPU Riau menyatakan proses pendaftaran dan penetapan cagub Riau telah transparan sejak awal.