Makrifat Burung Surga (11) : Ibadah Itu Dibeli Allah Maha Suci

Kamis, 25 Mei 2017 12:24
Makrifat Burung Surga (11) : Ibadah Itu Dibeli Allah Maha Suci

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Ki Nangim masuk ke dalam rumah. Ia memperhatikan burung Bayan itu dengan seksama. Melihat mata burung itu yang bercahaya, serta kepalanya yang mengangguk-angguk, menyiratkan optimisme, Ki Nangim terbangkitkan hatinya untuk kembali berbisnis beras. Sebelum berangkat ke pasar, Ki Nangim membawa burung Bayan itu ke dalam rumah. Ia memasukkannya ke dalam sangkar yang bagus. Sangkar itu kembar dengan sangkar burung Menco yang sudah dipelihara sebelumnya.

Baca: Makrifat Burung Surga (10) : Si Burung Khotbah Ilmu & Amal

Setelah menempatkan burung Bayan itu dengan baik, Ki Nangim lalu pergi berbelanja beras. Ini merupakan mata dagangan utamanya. Beras itu nantinya akan dijual lagi pada orang-orang dari Mangkuda Halabari. Sebuah negeri jauh, yang selama ini menjadi pelanggan tetapnya.

Ki Nangim sangat yakin dengan ucapan burung Bayan itu, bahwa ia akan dapat untung besar. Namun demikian, dalam hatinya masih diliputi rasa ragu. Timbul pertanyaan, adakah benar ucapan Bayan Budiman, bahwa ia akan mendapatkan keuntungan besar dalam bisnisnya nanti?

Baca: Makrifat Burung Surga (9) : Burung Bayan Dibeli Juragan

Ternyata, apa yang diucapkan burung Bayan Budiman itu benar. Hanya berselang tujuh hari setelah burung itu dipelihara, datanglah orang Mangkuda dari negeri seberang. Ia mampir ke rumah Ki Nangim, dan membeli beras dagangan laki-laki ini dalam jumlah besar. Dari penjualan itu juragan Nangim memperoleh untung besar.

Selain membeli beras, pembeli dari negeri seberang itu juga memesan gula, garam, dan beberapa mata dagangan yang lain. Hanya dalam tempo cepat, segala dagangannya terjual habis. Ia pun menjadi lebih kaya dari sebelumnya. Itu lantaran mengikuti saran burung Bayan Budiman.

Baca: Makrifat Burung Surga (1) : 99 Burung Bayan Hijrah

Begitulah mestinya orang hidup di dunia ini. Burung Bayan Budiman adalah suatu permisalan dari kitab yang berisi ilmu, yang tak pernah habis diambil siapa saja yang membacanya. Sedangkan juragan Nangim ibarat orang yang mengaji. Ia mencari ilmu, yang untungnya ialah derajat di dunia dan di hari akhir nanti.

Jika dikaji, hidup manusia itu ibarat modal. Dan dagangan yang dijual ibarat ibadah yang dilakukan manusia. Sedang yang membeli dagangan ibadah itu adalah Tuhan Allah Yang Maha Suci. (bersambung/jss)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:21

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri

Ketua dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru ikut eksis dalam baliho milik salah satu pasangan calon (Paslon) Gubernur Riau (Gubri).

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:04

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok

Sebanyak 805 personil gabungan akan kawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari universitas di Indonesia besok, Kamis (22/2/2018)

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun
Rabu, 21 Pebruari 2018 21:35

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun

Minat masyarakat petani padi terhadap Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat tahun 2017 lalu jauh menurun dibanding pada tahun 2016. 

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:45

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi

Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau kembali memeriksa saksi terkait dugaan korupsi di Dispora Riau. Rabu (21/2/2018), giliran saksi J, seorang wanita di Dispenda Riau diperiksa.

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:38

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi

Presiden Indonesia, Joko Widodo minta ketegasan polisi menghadapi kasus penyerangan ulama dan rumah ibadah.

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:27

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif

Enam orang staf di Bidang Pajak Dispenda Riau, mengakui pernah melakukan perjalanan dinas fiktif tahun 2015 hingga tahun 2016.

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:15

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing

Force Down atau penurunan paksa pesawat asing yang melanggar kedaulatan wilayah udara NKRI oleh pesawat tempur F-16 Skadron Udara 16 di Lanud Roesmin Nurjadin terjadi hari ini Rabu (21/2/2018).

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:09

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat

Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Amby heran ketika Bank Mualmalat malah menagih pembayaran hutan PT RAL ke Pemprov Riau.

Wah,  Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:01

Wah, Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka

Spanduk Paslon Gubri kini tampaknya semakin berterbaran,  meski Bawaslu melarang pemasangan atribut kampanye namun nyatanya himbauan itu tidak diindahkan. 

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?
Rabu, 21 Pebruari 2018 19:46

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?

Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, mengatakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Panam tepatnya Perumahan Panam Regency ialah adanya pembangunan box culvert.